0 Shares

BLOODSHOT berkisah tentang superhero yang sedikit berbeda dengan kisah pahlawan kebanyakan. Ray Garrison, superhero yang diperankan oleh Vin Diesel ini sebelumnya adalah anggota pasukan militer yang dibunuh dan kemudian dibidupkan kembali oleh perusahaan teknologi RST untuk menjadi prajurit yang tak terhentikan karena teknologi nanorobot yang mengalir dalam darahnya. Sayangnya, perusahaan itu juga memanipulasi ingatan masa lalu Ray dan membuat dia bingung membedakan mana ingatannya yang nyata dan mana yang bukan.

Film laga besutan Columbia Pictures (SONY company) yang bekerja sama dengan Bona Film Group, dan Crosscreek Pictures dibuat berdasarkan komik laris berjudul sama BLOODSHOT terbitan Valiant Comics. Karakter superhero yang diciptakan oleh Kevin VanHook, Don Parlin dan Bob Layton ini pertama kali muncul di komik pada bulan November 1992 dan terus berkembang karena mampu menarik jutaan pembacanya.

Selain Vin Diesel, film yang disutradarai David S.F Wilson juga dibintangi Eiza Gonzales, Sam Heughan, Toby Kebbel dan Guy Pearce. Lewat BLOODSHOT, Vin Diesel membuka peluang pertamanya menciptakan sosok superhero yang mampu meninggalkan jejak di benak penonton, layaknya karakter dirinya yang begitu kuat dikenang jika kita berbicara film-film dia yang lainnya, semisal Fast and Furious dan xXx.

Vin Diesel merasa optimis akan hal ini. Menurut dia, karakter superhero yang diperankannya begitu membumi. Dia juga menegaskan kalau ada yang bertanya ke orang-orang yang berada di lingkungan militer siapa karakter di komik yang paling mereka suka, pasti BLOODSHOT jawabannya.

Bagaimana dengan kamu, xplorers? Kamu setuju?

0 Shares