1 Shares

Sudah sejak lama dan sering, film animasi layar lebar yang tayang di Indonesia didominasi oleh film-film dari Amerika, Eropa, atau Jepang. Film animasi produksi anak bangsa sangat jarang terlihat tayang dan meramaikan bioskop-bioskop yang ada, seakan hal ini hanya mimpi belaka. Namun, saat ini, akan segera hadir film animasi layar lebar karya anak bangsa yang tidak kalah dari film animasi negara lain.

Dilansir dari Berita Satu, MSV Pictures, yang merupakan badan usaha milik STMIK Amikom Yogyakarta menjadi salah satu pionir dalam terwujudnya hal ini. Sejak 2013, mereka mengerjakan sebuah proyek film animasi layar lebar berjudul “Battle of Surabaya.”

“Membuat film animasi layar lebar adalah cita-cita Profesor Suyanto, pendiri STMIK Amikom,” ujar Emy Ahmad Panawa, Humas MSV Pictures, di ajang Anime Festival Asia, Jakarta Convention Center (JCC), kira-kira setahun lalu.

Emy mengatakan, biaya produksi “Battle of Surabaya” berkisar antara US$5-10 juta. Ia menyebut angka itu termasuk standar dalam pembuatan film animasi. Sebagai perbandingan, Emy menyebutkan, film animasi Wind Rises (2013) produksi Studio Ghibli (salah satu studio animasi terkenal di dunia) menelan biaya US$60 juta. Emy sendiri mengakui bahwa gaya ilustrasi “Battle of Surabaya” memang terinspirasi dari film-film Studio Ghibli.

Emy mengklaim bahwa 100% sumber daya manusianya berasal dari Indonesia. Film ini menurutnya mempekerjakan 60 orang, yang sepertiganya berasal dari STMIK Amikom, baik fresh graduate maupun yang masih berstatus mahasiswa. Lantas, untuk pengisi suara sendiri, sebagian besar berasal dari Yogyakarta, yang dijaring dari seleksi. Ada yang sudah berpengalaman, namun ada juga yang masih sama sekali baru di dunia dubbing.

 

 

 

 

 

(sumber gambar: MSV Production)

“Battle of Surabaya” bercerita tentang petualangan Musa, seorang anak berusia 13 tahun yang pemberani. Ia adalah seorang tukang semir sepatu yang harus hidup di bawah tekanan kemiskinan hasil penjajahan. Bagi Musa, hidup adalah sebuah pilihan. Atas dasar itu, ia memutuskan untuk bekerja sebagai kurir bagi perjuangan pejuang “arek-arek Suroboyo” dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dalam peristiwa pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya.

Teaser “Battle of Surabaya” sendiri sudah memenangkan INAICTA 2012 kategori Digital Animation, Indigo Fellowship PT Telkom Indonesia 2012, serta masuk nominasi Appreciation Film of Indonesia dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tahun 2012.

Berikut Teaser-nya:

 

“Battle of Surabaya”, dijadwalkan akan tayang pada akhir tahun 2014 mendatang.

 

1 Shares