0 Shares

 

Sinopsis:

Pras (Oka Antara), pria yang mengadu nasib di Jakarta untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang wartawan yang karyanya bisa ‘berarti’ bagi yang membacanya. Orang yang mampu menghasilkan karya yang signifikan, ungkapnya ke Laura (Tiara Eve), perempuan yang dikenalnya di salah satu gerai mini market, yang dikemudian hari menjadi semakin dekat dengan dirinya. Laura sendiri menjadi tulang punggung keluarganya, setelah ayahnya dipenjara karena korupsi.

Pras mulai mengenal kehidupan malam secara lebih dalam, saat dia berkenalan dengan Yoga (Baim Wong), pengedar narkoba kelas kakap yang juga suka menggelar pesta-pesta ‘bawah tanah’. Yoga dikenal Pras dari Awink (Ganindra Bimo), pria feminine penyuka sesama jenis yang tinggal di rusun yang sama dan berprofesi sebagai pole dancer.

 

Review:

Film Moammar Emka’s Jakarta Undercover ini memang berdasarkan buku yang ditulis Moammar Emka. Buku yang isinya membuat kita terperangah saat pertama kali membaca tulisan sang pengarangnya yang mampu menyelami sisi gemerlap sekaligus gelap dari kehidupan malam di Jakarta. Kehidupan malam bagi mereka yang berkantong tebal dan juga bagi mereka yang seringkali menyelipkan ‘faktor ekonomi’ sebagai alasan kenapa mereka terjun ke ‘dunia malam’ ini.

Seperti dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, baik Moammar Emka maupun Fajar Nugros sudah memberi pernyataan, bahwa mereka tidak akan membuat film yang nantinya akan banyak mendapat ‘guntingan’ dari lembaga sensor negeri ini. Jadi, Moammar Emka’s Jakarta Undercover yang tayang serentak mulai Kamis, 23 Februari 2017 terrsebut memang lebih ingin menonjolkan sisi dramanya, pertemanan dan pengkhianatan, yang tentunya jamak ditemukan dalam kehidupan kita.

Pertemanan yang unik antara Pras (Oka Antara) dengan Laura (Tiara Eve) atau Pras dengan Yoga (Baim Wong), dan yang paling unik disodorkan secara apik antara Pras dengan Awink (Ganindra Bimo). Ya, Pras dan Awink. Karakter Awink di film ini begitu pas dibawakan oleh Ganindra Bimo. Ganindra Bimo begitu melebur dengan sosok Awink.

 

 

Tak sia-sia kerja keras yang dilakukan Bimo (sapaan akrab Ganindra Bimo) selama lebih dari dua bulan dengan cara keluar masuk bar yang jadi tempat berkumpulnya para ‘gay’ untuk melakukan observasi secara langsung demi mendalami karakternya.

“Saat tiba di ‘set’ (lokasi syuting), aku sudah menjadi Awink, bukan Bimo lagi,” papar Awink dalam wawancara seusai VIP Screenings pada Selasa, 21 Februari 2017 di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan.

Tapi, mungkin karena kerja kerasnya itu, sosok Awink bisa langsung mencuri perhatian kita yang menontonnya. Meninggalkan kesan usai film diputar dan lampu kembali dinyalakan.

 

Lalu, bagaimana dengan pemain lainnya?

Oka Antara lumayan bagus dalam memerankan sosok Pras. Yoga yang diperankan Baim Wong sebenarnya juga lumayan, tapi masih ada sedikit yang kurang. Yoga sebagai pria yang sesungguhnya kesepian dan muncul sebagai sosok yang punya ‘kuasa’ di gemerlapnya dunia malam, mustinya bisa ‘lebih hidup’ lagi untuk mengeluarkan sisi seseorang yang punya ‘kuasa’ dan disegani dalam lika-liku kehidupan malam ini. Bukan sosok yang terlihat ‘teler’ setiap kemunculannya, padahal Baim Wong mampu menyajikan sisi rapuh yang disembunyikan dari sosok ‘Yoga”. Justru, Tio Pakusadewo yang hanya tampil secuil sebagai pejabat, terlihat lebih ‘evil’ karakternya atau Agus Kuncoro yang menjadi ‘mami’ di sini ternyata mampu menyentil kita, bahwa ‘mami’ juga punya kehidupan lain di luar dunia bisnis yang digelutinya.

Sosok Laura yang diperangkan Tiara Eve juga belum terlihat alami dan masih agak memaksakan untuk aktingnya dalam beberapa pengadeganan. Debut perdana di film tentu bukan jadi alasan. Tapi, mungkin Tiara bisa belajar untuk lebih terlihat natural jika bermain di film-filmnya berikutnya.

Secara keseluruhan, sajian film Moammar Emka’s Jakarta Undercover lumayan enak dinikmati meskii sepertinya masih agak terjebak pada ketergesaan penyajian alur cerita.

0 Shares