9 Shares

3

“Sekarang saya mengerti kenapa saya belajar beladiri”- Herlam/Lam

Sebuah negara tentu harus memenuhi kriteria berikut agar terjamin keselamatan warganya ,termasuk keamanan dan kedamaiannya seperti aparat berwajib yang sigap, tidak adanya main hakim sendiri dan tentunya peraturan negara. Namun apa jadinya jika negara tersebut sudah bebas tetapi malah membatasi kaum minoritas?

Inilah karya terbaru sutradara kawakan Anggy Umbara yang awalnya berjudul “The Fighter” lalu “Alif Lam Mim” yang resmi berjudul “3”. Diproduksi oleh FAM Pictures yang merupakan Production House milik Arie Untung dimana FAM adalah singkatan dari Fenita,Arie dan Muland, film ini didukung oleh Multivision Pictures dan dibintangi oleh pendatang baru Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya,Agus Kuncoro,Prisia Nasution, Tika Bravani, Verdi Solaiman, Teuku Arif Wikana, Tanta Ginting,Piet Pagau,Cecep Arif Rahman, Donny Alamsyah, Arswendy Nasution dan Bima Azriel.

11988273_945901212135665_5708949009106038316_n

Jakarta,2036. Indonesia telah menjadi sebuah negara liberal yang bebas ,aman,damai tanpa kekerasan. Semua aparat berwajib kini menggunakan peluru karet karena penggunaan peluru tajam sudah dinyatakan ilegal.Dan seluruh aparat diwajibkan menguasai beladiri guna menghadapi beberapa kelompok radikal. Alif,Lam/Herlam dan Mim/Mimbo adalah tiga orang sahabat yang sama-sama besar di padepokan Al-Ikhlas. Ketiganya memiliki sifat berbeda. Alif yang keras dan lurus berprofesi sebagai bagian dari pasukan khusus Detasemen, Lam yang tenang menjadi seorang jurnalis dan telah memliki seorang istri bernama Gendis serta anak laki-laki bernama Gilang dan Mim yang lebih bijak memilih menghabiskan waktunya di pesantren. Ketiganya dipertemukan dalam sebuah konflik kriminal yang melibatkan persahabatan dan orang-orang yang mereka cintai.

REVIEW :

11953274_934218536637266_8100417023005234433_n

Berdurasi 125 menit, Anggy Umbara kembali membuat penonton terkejut lewat penyutradaraannya dalam “3”. Setting Jakarta 2036 seakan menjadi bumbu tambahan,karena disini Anggy lagi-lagi membuat “3” menjadi sebuah puzzle dimana penonton diajak untuk melihat konflik dari Alif,Lam dan Mim sebelum penonton mengetahui apa yang membuat ketiganya bertemu. Film ini juga cukup mendapat applause ketika melangsungkan World Premierenya di Balinale Film Festival dan menggunakan dialog English-Indonesia. Cornelio Sunny ,si pendatang baru yang berperan sebagai Alif nampaknya akan segera menjadi ikon baru dalam dunia perfilman nasional. Akting perdana Sunny ini cukup menjiwai perangai Alif yang keras dan selalu “to the point”. Sementara si kalem Lam diperankan baik oleh Abimana Aryasatya. Tika Bravani yang memerankan Gendis nampak apik membuat chemistry dengan Abimana. cast lainnya yang cukup mengejutkan adalah Tanta Ginting. Saat dia muncul, perangai yang diperankannya cukup membuat penonton tertawa sekaligus kesal dengan dialek yang dibuat oleh Tamtama,tokoh yang diperankannya. Sementara sang tokoh kunci,Laras yang diperankan oleh Prisia Nasution cukup membuat penonton terhenyak begitupula ketika adegan fightnya dimana pemeran pendukung terbaik FFB 2015 lewat “Comic 8: Casino Kings Part 1” ini semakin mengukuhkan eksistensinya.

CPu6_hvUwAAhQ16

Koreografi silat dalam adegan fight yang dipersiapkan oleh Cecep Arif Rahman sungguh smooth/halus dan bernilai seni serta elegan ketika efek slow – motion diaplikasikan dalam tiap scenenya dan percaya atau tidak, penonton dibawa menyaksikan “3” seperti film Hollywood dengan rasa Indonesia. Bukan tidak mungkin 3 akan mendapat sekuelnya.

4,5/5

“3” sedang tayang di CGV Blitz, Cinema 21/XXI,Cinemaxx Theater dan Platinum Cineplex.

9 Shares