20 Shares

“We work in the dark to serve the light. We are the Assassin”-Aguilar De Nerha

Pernah mencari tahu garis keturunan dari keluarga ? Banyak diantara kita yang tidak menyangka bahwa leluhur kita merupakan orang terpandang atau merupakan orang berpengaruh yang sangat dihormati semasa hidupnya. Namun bagaimana jika keturunan kita tersebut sudah tidak ada bertahun-tahun yang lalu?

Satu lagi video game yang banyak dimainkan para gamer di seluruh belahan dunia tanpa terkecuali Indonesia, Assassin’s Creed. Game bergenre open-world yang mengetengahkan usaha seorang Assassin dalam melacak keberadaan Apple of Eden yang konon memiliki kekuatan magis ini memang menarik gameplaynya. 20th Century Fox pun akhirnya mewujudkan video game ini menjadi sebuah adaptasi layar lebar yang dibintangi Michael Fassbender, Marion Cotilard,Jeremy Irons, Brendan Gleeson,Michael K.Williams, Ariane Labed,Denis Menochet,Charlotte Rampling,Michelle Lin dan Matias Varela.dengan sutradara Justin Kurzel.

Seorang kriminal bernama Calum Lynch dinyatakan bersalah dan hendak dieksekusi. Namun Lynch diselamatkan oleh Dr.Sofia Rikkin dari Abstergo Industries, reinkarnasi kaum Templar di masa sekarang. Lynch diminta menjadi kelinci percobaan proyek Animus dimana dirinya memasuki masa lalu seorang Assassin bernama Aguillar de Nerha yang hidup di Spanyol pada tahun 1492. Lambat-laun, Lynch yang menyadari bahwa Ia merupakan keturunan leluhurnya tersebut mendapat keahlian sebagai Assassin untuk menghentikan Templar yang ternyata memiliki maksud lain dibalik proyek Animus tersebut.

Apa sebenarnya maksud lain dibalik proyek Animus?

REVIEW:

Sudah banyak film yang digarap berdasarkan video game.Kalaupun dapat dihitung sampai saat ini hanya “Lara Croft: Tomb Raider” yang terbilang lumayan. “Assassin’s Creed” sendiri dibuka dengan intro yang masih mengambil setting dalam video gamenya. Perkenalan karakter mulai dari Callum Lynch,Joseph Lynch ayahnya sampai Dr.Alan Rikkin yang mengepalai Abstergo Industries. Dipertengahan , alur cerita yang cukup bertele-tele sempat membuat penonton mengantuk.Durasi 112 menit pun dirasa terlalu lama. Pasalnya, “Assassin’s Creed” merupakan film yang dibuat untuk pecinta gamenya,bukan untuk penonton awam.

Akting Michael Fassbender sendiri sebagai Callum Lynch cukup meyakinkan sebagai seorang tahanan yang terkekang kebebasannya. Untuk antagonisnya, Marion Cotilard sebagai Dr.Sofia Rikkin mampu memesona lewat tatapan dan kata-katanya sedangkan Jeremy Irons masih terbawa karakter Alfred Pennyworth yang diperankannya dalam “Batman V Superman: Dawn of Justice”. Untuk penyesuaian dengan gamenya sendiri, scene-scene ketika masuk di masa lalu Aguillar akan emmbuat para gamer menikmatinya. Kejar-kejaran usai menuntaskan pembunuhan target seperti yang terlihat di gamenya dapat disaksikan. Terlebih “Leap of Faith” yang cukup iconic diperlihatkan dengan wah.

Overall, “Assassin’s Creed” mencoba lompatan untuk meyakinkan para audiencenya namun kendala di durasi cukup menghambatnya.

3,5/5

20 Shares