4 Shares

“Go out there and show me how you do things! Show me how you live! Show me how you fight! Show me who you are!”-Kevin Rooney

Menjadi seorang atlet bukanlah sebuah perkara simple apalagi jika bicara tentang atlet tinju. Fisik yang matang, latihan yang tekun sampai pertaruhan nama dan gelar juara  menjadi sajian utama dunia olahraga yang melahirkan nama-nama besar seperti Mike Tyson, (alm) Muhammad Ali, Evander Holyfield, Floyd Mayweather Jr., dan Manny Pacquiao tersebut. Lantas ketika tiba dipersimpangan mengenai titel atau nyawa, manakah yang harus mereka pilih?

Setelah bersinar lewat Whiplash (2014), Miles Teller kembali membintangi film terbarunya yang kali ini merupakan sebuah kisah nyata dari petinju Vinny “Pazmanian Devil” Pazienza yang melakukan comebcack setelah terancam lumpuh akibat kecelakaan fatal berjudul “Bleed For This”. Disutradarai oleh Ben Younger (Boiler Room) dan turut terlibat sebagai executive producernya adalah Martin Scorcese, cast lain yang turut membintangi film ini diantaranya Aaron Eckhart,Katey Sagal, Ciaran Hinds,Ted Levine,Peter Quillin,Jean Pierre Augustin,Edwin Rodriguez,Amanda Clayton dan Daniel Sauli. “Bleed for This” sendiri sudah dirilis di USA pada 18 November 2016 dengan biaya produksi $6,000,000 dalam waktu 24 hari syuting. Untuk Indonesia, Jive Entertainment kembali dipercaya menjadi distributornya.

Setelah kekalahan dari Roger Mayweather dalam pertarungan memperebutkan gelar Junior Weaterweight Championship pada tahun 1988, petinju asal Rhode Island, Vinny Pazienza ditekan promotornya, Lou Duva untuk segera menggantung sarung tinjunya. Namun sang pelatih Kevin Rooney malah menaikan bobotnya untuk melompati dua kelas sebelumnya. Hasil pelatihan Kevin yang radikal berbuah manis ketika Pazienza berhasil menjadi Super Middleweight Championship mengalahkan Jean Gildert Dele asal Prancis bertempat di tempat tinggalnya,Rhode Island. Namun setelahnya nasib Pazienza berubah menjadi malapetaka ketika Ia mengalami kecelakaan mobil yang sangat fatal ,mematahkan lehernya sampai divonis dokter untuk tidak kembali ke ring tinju. Merasa dirinya masih kuat, Pazienza memilih melakukan operasi HALO (pemasangan alat untuk menstabilkan tulang belakang) yang cukuo menyiksanya.

Akankah Vinny mampu melewati ujian tersebut?

Sangggupkah Vinny kembali ke ring?

REVIEW:

Sutradara Ben Younger yang menulis ceritanya bersama Pippa Bianco dan Angelo Pizzo berhasil menyajikan “Bleed for This” sebagai sebuah film drama sport yang mampu memainkan emosi penonton. Ini terlihat dari akting Miles Teller sebagai Vinny Pazienza yang betul-betul menjiwai perannya. Teller mampu memperlihatkan ambisi seorang petinju muda yang haus gelar meski harus mengalami musibah. Sebagai pencair suasana, Kevin Rooney yang diperankan oleh Aaron Eckhart mampu meramu chemistry yang ciamik dengan Teller. Beberapa kali Eckhart membuat penonton tertawa lewat tingkah kocaknya. Ciaran Hinds yang berperan sebagai ayah Vinny, Angelo juga bermain cukup baik. Ia mampu membawa konflik antara Angelo dan Vinny terkait ambisinya kepada penonton dengan baik. Adegan-adegan pertarungan tinjunya sendiri sangat intens dipadu dengan dokumentasi atau arsip resmi dari masa muda Vinny Pazienza menambah keseruan seakan penonton dibawa menyaksikan pertandingan Vinny secara live. Berbeda dari film tinju belakangan, “Bleed for This” benar-benar menahbiskan diri sebagai “not just an ordinary boxing movie”. Ini adalah kisah seseorang yang ingin bangkit dari keterpurukan. Tekad,motivasi dan dukungan orang-orang tercintalah yang membuat Vinny Pazienza sampai saat film ini dirilis masih dapat merasakan hidup. Jangan tergesa-gesa keluar dari studio setelah credit karena akan ada dokuemtasi dan arsip dari Vinny Pazienza yang sesungguhnya, kedua orangtua Pazienza, Angelo dan Louise serta rekaman kekacauan yang dilakukan Lou Feda, promotor tinjunya.

5/5

 

 

4 Shares