21 Shares

conan nightmare

Director: Kobun Shizuno
Seiyuu (pengisi suara): Minami Takayama,Kappei Yamaguchi,Wakana Yamazaki,Rikiya Koyama,Naoko Matsui,Kenichi Ogata,Megumi Hayashibara,Yukiko Iwai,Ikue Otani,Wataru Takagi,Chafurin,Atsuko Yuya,Shuichi Ikeda,Toru Furuya,Nobuo Tobita,Takaya Hashi,Miyuki Ichijo,Kiyoyuki Yanada,Kotono Mitsuishi,Yukitoshi Hori,Fumihiko Tachiki,Mami Koyama,Kikuko Inoue,Hiroyuki Kinoshita,Yuki Amami,Yoko Somi,Kurt Common,Michael Rhys

Duration: 111 Minutes
Subtitle: English-Indonesian

“It’s a memory, although it became blackened”- Conan Edogawa

Menjadi anggota mata-mata merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya. Apalagi jika harus melakukan penyusupan ke dalam organisasi yang sedang kita intai. Nyawa menjadi taruhannya dan sudah pasti kesetiaan kita akan diuji ketika atasan organisasi tersebut mulai curiga terhadap identitas asli kita,bukan?

akai

Conan Edogawa kembali dalam movie ke 20 dari franchise Detective Conan “Detective Conan: The Darkest Nightmare” yang kembali menghadirkan Black Organization (Gin,Vodka,Vermouth,Chianti,Korn). Film ini sudah dirilis 16 April 2016 dan berhasil menggeser pendapatan film ke 19 “Sunflowers of Inferno” sekaligus menjadi film Detective Conan dengan pendapatan terbesar sepanjang perilisannya. Untuk distribusi di Indonesia, ODEX Private Limited bekerjasama dengan Jive Entertainment yang sudah merilis “Sunflowers of Inferno” pada 5 Agustus 2015.

gin

Sebuah Data berisi NOC (Non-Official Cover) yang disimpan dalam database Kepolisian Metropolitan Tokyo berhasil dicuri oleh seorang wanita berambut perak dan memiliki bola mata berwarna beda. Rei Furuya/Tooru Amuro yang mengejarnya dihadang oleh agen FBI ,Shuichi Akai sehingga kehilangan jejak sang pencuri data. Imbasnya, terjadi pembunuhan terhadap agen dari badan intelejensi mata-mata seperti MI6 (London),CSIS (Canada) dan BND (Germany). Beberapa hari setelah kejadian itu, wanita tersebut muncul di tengah hadapan Conan Edogawa dan teman-temannya yang hendak berekreasi di Akuarium Tohto dalam keadaan amnesia. Ai Haibara yang melihat sosok wanita tersebut merasakan aura dari Black Organization. Mau tidak mau, Conan Edogawa harus kembali berhadapan dengan organisasi yang sudah menjadi musuh bebuyutannya tersebut.

Siapa wanita berambut perak tersebut?

Apakah Ia ada kaitannya dengan kasus pencurian NOC dari Kepolisian Metropolitan Tokyo?

REVIEW:

conan

Setelah kurang berhasil memuaskan penonton lewat “Sunflowers of Inferno” yang kami yakini disisi lain menjadi fan-service bagi para penggemar Kaito Kid, Kobun Shizuno berhasil menebusnya lewat “The Darkest Nightmare”. Alur film yang begitu cepat dibuka dengan adegan car-chase yang memacu adrenalin. Bisa dibilang, dalam “The Darkest Nightmare”,bagi yang tidak mengikuti serial animasinya, akan kebingungan tentang jati diri Kir dan Bourbon. Shizuno masih memperlihatkan komedi lewat kepolosan Ayumi Yoshida, Mitsuhiko Tsuburaya,Genta Kojima dan Professor Hiroshi Agasa yang selalu memberi kuis dadakan kepada mereka. Mulai dari pertengahan film hingga akhir, cukup banyak adegan yang memang menjadi trademark (seharusnya) dari Detective Conan The Movie : ledakan, strategi lawan strategi sampai aksi sang detektif yang cukup ekstrim. Bagi penggemar Shuichi Akai dan Tooru Amuro bisa bersorak karena aksi mereka akan siap memanjakan mata para fans. Ada pula easter egg dimana nama salah satu polisi dalam kasus “Pengeboman ditengah pawai kemenangan Tokyo Spirits (baca vol 36,red)” disebut.

aiconan

Jangan beranjak dari kursi karena ada after-credit scene yang cukup emosional dan mungkin akan membuat sedih beberapa fans, Overall “Detective Conan: The Darkest Nightmare” adalah apa yang menjadi harapan para fans dan itu berhasil divisualisasikan dengan baik oleh Kobun Shizuno.

5/5

21 Shares