171 Shares

“Sometimes a gamer cannot differentiate between fantasy and reality”

Zaman sekarang ini, game online makin merajalela dikalangan remaja. Yang awalnya hanya sekedar bermain kemudian membentuk guild/team bersama teman-teman yang ditemuinya dalam game tersebut. Lambat laun, gejala Antisosial akan sangat terasa. Bagaimana jika kita dipaksa untuk keluar dari fantasy game tersebut menuju kehidupan kita yang sesungguhnya? Apa kesan pertama yang kalian lihat dan rasakan?

Terakhir menggarap “Welcome to Dongmakgol” (2005), sutradara Park Kwang-Hyun akhirnya kembali lagi dengan karya terbarunya “Fabricated City” yang kabarnya dibuat dengan budget cukup besar. Mengedepankan Ji Chang-Wook yang sudah dikenal para remaja khususnya kaum hawa lewat K-Drama “The K2” dan “Healer”, turut dibintangi pula oleh Shim Eun-Kyung, Ahn Jae-Hong, Oh Jung-Se, Kim Sang-Ho,Lee Honey,dan Kim Ho-Jung. Dirilis Di Korea Selatan pada 9 Februari 2017, “Fabricated City” per hari ini, 27 Februari 2017 sudah ditonton 2,408,469 penonton. Jive Entertainment (sekarang berganti nama menjadi CB International Pictures) kembali dipercaya untuk menayangkan film ini.

Kwon Yoo adalah seorang pemuda pengangguran yang hanya terpaku dan sangat ahli bermain game online. Dalam permainan, Kwon dipanggil “Captain” oleh teman-temannya yang memiliki username C0V3R.C0NC3AL,Yong Guru,DEMOlition,dan Mr.Hairy. Suatu malam, Kwon Yoo bermaksud mengembalikan handphone dari seorang wanita yang ditemukannya di warnet Ia biasa bermain. Naas, Kwon Yoo dituduh melakukan pembunuhan sekaligus pemerkosaan yang memaksanya didakwa penjara seumur hidup. Merasa tidak bersalah,bersama teman-teman dari permainan online yang ditemuinya, Yoo berusaha mengungkap siapa dalang yang menyebabkannya masuk penjara. Namun kenyataan dengan dunia game sangat berbeda sehingga taruhan nyawa menjadi harga mati bagi Yoo dan timnya.

Siapa yang memfitnah Kwon Yoo?

Bagaimana aksi dari tim “Resurrection” yang dibentuk Kwon Yoo dalam mengungkap kasus ini?

REVIEW:

Rasanya tidak heran jika plot semacam “membersihkan nama baik dari tuduhan” sudah banyak ditemui baik dalam film Hollywood maupun Asia. Meski plotnya sangat familiar dan mudah ditebak, “Fabricated City” memberikan sebuah hiburan aksi dan thriller dibalut intrik cyber crime yang menegangkan selama 126 menit. Alur film ini cukup cepat dimana penonton langsung dibawa melihat keseharian Kwon Yoo sampai kasus terjadi. Pertengahan film mulai menimbulkan konflik yang cukup pelik dengan si antagonis utama dan Park Kwang-Hyun berhasil mengeksekusi paruh terakhir film ini dengan penuh ketegangan. Penonton akan disuguhkan aksi car-chasing yang menegangkan sampai adu strategi antara tim Resurrection yang dibentuk Kwon Yoo melawan dalang dari semua kekacauan tersebut.

Berhubung film ini cukup erat dengan tema “gaming”, visual effectnya pun digarap tidak main-main ala video game. Bahkan visualiasi monitor raksasa dalam film ini dijamin akan membuat penonton terperangah. Cinematographer Nam Dong-Geun mampu memperlihatkan kekelaman Kwon Yoo selama dalam penjara dengan lighting yang minim dengan penggunaan bayangan/shadow yang tidak begitu terang. Ji Chang-Wook yang berperan sebagai Kwon Yoo mampu memperlihatkan tabiat seorang gamer yang sudah ketagihan sampai menjadi antisosial di awal film namun seiring konflik, Chang Wook mampu menampilkan adegan aksi yang memukau bahkan stylish dibantu efek Slo-Mo di beberapa scenenya. Shim Eun-Kyung inilah yang cukup mengejutkan dalam “Fabricated City” sebagai Yeo-Wool. Eun-Kyung yang dikenal penonton lewat “Miss Granny” mampu tampil misterius sebagai seorang hacker. Beberapa momennya bersama Kwon Yoo cukup intens terutama diiringi OST dari Hong Jin-Young “Loves Me,Loves Me Not” Untuk penyegar tawa, ada Ahn Jae-Hong (Twenty) yang berperan sebagai DEMOlition. Ia mampu menyajikan humor ditengah ketegangan yang malah menambah ketegangan karena ulah konyolnya. Dua pemeran antagonis, Oh Jung-Se sebagai Min Chun-Sang dan Kim Sang-Ho sebagai Ma Deok-Soo mampu memainkan perannya dengan baik dan mampu memberi kesan “keras” namun kredit lebih pantas diberikan pada Jung-Se. Ia cukup mampu berperan sebagai seorang pengacara yang menyimpan sesuatu bahkan saat puncaknya, penonton akan merasakan kengerian dari karakternya tersebut.

Overall, meski plotnya familiar, “Fabricated City” tetap layak menjadi hiburan aksi dan thriller yang wajib ditonton. Nikmati saja ketegangan demi ketegangannya. Terkadang kita memang harus keluar dari fantasy kita dan melihat sekeliling kita. Jangan menjadi antisosial.

4,5/5

171 Shares