4 Shares

“The most important thing in life will always be the people right here, right now. That’s what’s real.”- Dominic Toretto

Furious_7_19

Kematian salah satu ikon sekaligus peran yang sangat dinanti para pecinta “Fast & Furious Saga”, Paul Walker sebagai Bryan o’Conner pada 30 November 2013 silam sungguh mengejutkan banyak pihak tanpa terkecuali para cast yang sudah bekerjasama dengan Paul semenjak “The Fast and The Furious” (2001). Tidak hanya dalam film, dalam real-life, mereka sudah lebih dari sekedar rekan kerja, mereka menjadi sebuah keluarga besar dari sebuah franchise. Kami pun turut merasakan kehilangan tersebut.

Dengan bantuan dari adik Paul, Cody dan Caleb Walker sebagai body double stuntnya, akhirnya “Furious 7” selesai digarap. Disutradarai oleh James Wan yang melakukan debut untuk film bergenre action, masih dibintangi Vin Diesel, Paul Walker, Chris “Ludacris” Bridges, Dwayne Johnson, Tyreese Gibson, Jordana Brewster, Michelle Rodriguez serta menghadirkan Tony Jaa, Ronda Rousey, Kurt Russell, Djimon Hounsou dan tentunya Jason Statham sebagai main villain, Deckard Shaw.

Hidup para kru dari Dominic Toretto kembali berjalan lancar termasuk Bryan o’Conner yang mulai membangun keluarganya bersama Mia Toretto dan anak mereka, Jack. Namun sekali lagi, Dom dan timnya yang terdiri dari Bryan, Tej Parker, Roman Pearce dan Letty Ortiz harus kembali menghadapi musuh baru setelah Owen Shaw di London yang tidak lain adalah Deckard Shaw, kakaknya yang jauh lebih berbahaya dan tidak segan-segan membunuh siapapun. Kekesalan Dom bertambah setelah mengetahui Han , salah satu krunya tewas di Tokyo akibat ulah Shaw. Terbakar api dendam, Dom dan krunya sekali lagi harus menghentikan Deckard Shaw dibantu oleh Mr.Nobody yang juga menginginkan Shaw ditangkap.

Bagaimana usaha Dom dan krunya menghadapi Deckard Shaw ?

Siapa Mr.Nobody sebenarnya ? Apa yang Ia inginkan dari Dom ?

furious-7-new-poster-and-video-tease

REVIEW :

Perpindahan tongkat penyutradaraan dari Justin Lin ke James Wan sungguh tidak disangka. Wan yang sudah terbiasa menyutradarai film bergenre horror harus menyutradarai film action pertamanya yang bertaburan aktor -aktris Hollywood papan atas dari sebuah franchise. Dan hasilnya sungguh di luar dugaan. “Fast & Furious 7” berubah menjadi sebuah film penuh aksi, ketegangan dan tentunya sebuah tribute bagi Walker. Level dan tensi tiap adegan berhasil membuat penonton menghela nafas sekaligus berdecak kagum. Deretan mobil-mobil ikonik dari “Fast” saga seperti 1970 Dodge Charger R/T milik Dom, 1989-94 Nissan Skyline GT-R R34 milik Bryan sampai yang terbaru seperti 2004+ Aston Martin DB9 milik Deckard Shaw, Ferrari 458, dan yang paling mengejutkan, Lykan Hyper Sport dengan adegan stunt yang dijamin membuat kalian terhenyak.

Untuk adegan aksi, “Fast & Furious 7” benar benar menjadi ajang penghabisan bagi Dominic Toretto and crew. Sepanjang film kita akan melihat baku hantam dari para cast. Jason Statham yang memerankan Deckard Shaw dapat dinobatkan sebagai main villain terBad-Ass sepanjang saga ini berjalan. Tidak hanya itu, para cast lain seperti Tony Jaa (Kiet),Djimon Hounsou (Mosa Jakande) dan Ronda Rousey (Kara) menunjukkan akting memukau sebagai villain. Pendatang baru Nathalie Emmanuel (Ramsey) juga cukup mencuri perhatian dan bukan tidak mungkin akan menjadi pengganti Bryan dalam film selanjutnya. Tyreese Gibson sebagai Roman Pearce kembali menjadi pencair ketegangan lewat humor-humor kocaknya yang sanggup membuat penonton tertawa. Nuansa “keluarga” semakin terasa dalam film ketujuh ini sekaligus menjadi penghubung antara “The Fast and The Furious : Tokyo Drift” (2006). Tidak hanya mengenai keluarga, Wan juga mengeksekusi adegan terakhir dengan sangat emosional dan mampu membuat penonton terharu melihatnya.

OST dalam “Furious 7” juga layak menjadi koleksi dalam playlist. Mulai dari “Get Low” yang bernuansa Arab, “Go Hard Or Go Home” sampai lagu “See You Again” yang liriknya mewakili isi film sekaligus sebagai persembahan terakhir bagi Paul Walker.

Overall, “Fast & Furious 7” lebih menyajikan ketegangan yang jauh melebihi film sebelumnya, aksi yang eksplosif dan tentunya, perpisahan kita pada Bryan o’Conner

4,5/5

4 Shares