0 Shares

“Tidak ada yang menginginkan dirinya menjadi superhero, namun takdirlah yang memilih,bukan kita yang menginginkannya”- Bara

B6ol6RCCQAAi261

Gundala, Godam, Pangeran Mlaar. 3 nama tersebut tentu tidak asing lagi bagi para orangtua kalian. Tanyakan saja siapa mereka, mereka adalah para superhero lokal asli Indonesia. Namun seiring dengan berkembangnya Zaman dan invasi American Superheroes lewat Marvel dan DC, nama-nama tersebut hilang bagai debu tak berbekas. Sungguh disayangkan mengingat para superhero lokal tersebut bisa dijadikan sebuah adaptasi layar lebar yang nantinya bisa membuat anak-anak Indonesia mulai menyukai pahlawan atau superhero lokal.

Berkaca dari hal tersebut, seorang sutradara bernama X.Jo berinisiatif membuat sebuah project film superhero PERTAMA di Indonesia dengan menggunakan efek CGI berjudul “GARUDA”. Project ini memakan waktu selama 10 Tahun guna menyempurnakan CGI yang memang menjadi fokus utama film ini. Dibintangi aktor senior seperti Slamet Rahardjo, Rudi Salam, Piet Pagau, “GARUDA” juga menjadi debut bagi Rizal Alaydrus, seorang Dokter yang juga menjadi Pemenang L-Men Of The Year 2012 dan penyanyi Alexa Key. Tidak hanya itu, Kia Poetri, Inzalna Balqis, dan Tya Arifin turut meramaikan film ini.

Bersetting di sebuah kota modern futuristik bernama Metro City, PERTAN (Perakitan Senjata Negara) mendapat kabar akan ada sebuah Asteroid besar yang siap menghancurkan Bumi. Prof. Lie bersama General Semeru dibantu Tuan Derma mencanangkan project “MAC GATOTKACA”, sebuah rudal penghancur yang menjadi harapan melawan Asteroid tersebut . Namun ditengah kegemparan itu hadirlah Durja dengan 3 pengawalnya, Loco, Gull dan Zyu. Mereka membuat repot kesatuan D.A.T (Deta Semen Anti Terorist) yang dipimpin Kapten Dipo dan berhasil mengambil MAC GATOTKACA. Namun ditengah kacaunya Metro City, hadirlah sosok bernama Garuda yang siap menegakkan kebenaran.

Siapa sebenarnya Garuda ?

Apa tujuan Durja mengambil MAC GATOTKACA ?

Bagaimana kondisi Metro City pasca kehadiran Garuda ?

REVIEW :

Sebuah terobosan baru ditengah maraknya para superhero Amerika yang sudah lekat di ingatan anak-anak Indonesia. “GARUDA” hadir sebagai sebuah tontonan menghibur dan siap membuat anak-anak Indonesia akan kembali menyukai superhero lokal. Terlepas dari kontroversi mengenai kostum yang dinilai meniru superhero dari DC Comics dan sebagainya, “GARUDA” membalikkan semua prediksi khalayak lewat keapikan cerita serta aksi visual yang siap membuat anak-anak betah menatap layar bioskop. Para cast juga memberikan kesan baik untuk aktingnya,terutama Slamet Rahardjo yang sukses memerankan “Durja”. Slamet mampu memerankan sosok villain yang “gila” namun berbahaya. Debut Rizal Alaydrus juga tidak mengecewakan. Postur tubuhnya yang atletis memang pantas memerankan sosok Garuda.

Meski masih banyak kekurangan, overall “GARUDA” sudah cukup baik untuk sebuah film superhero dengan CGI yang pernah dibuat sineas lokal. Setidaknya, kita mulai membuktikan bahwa orang Indonesia bisa membuat film superheronya sendiri. Dan saya tidak sabar menunggu sekuelnya sebab masih banyak yang bisa digali dari “GARUDA”.

3,5/5

“GARUDA” tayang mulai 8 Januari 2015 di Cinema 21/XXI dan blitzmegaplex !

0 Shares