2 Shares

headshot-indo

“Gimana kalau aku bukan orang baik-baik? Apa kamu masih mau peduli sama aku?”- Ishmael

Menolong orang yang tidak dikenal? Semua pasti sudah mengalami hal serupa. Tanpa mengetahui identitas sebenarnya orang yang kita tolong, naluri kita sebagai makhluk sosial pun timbul. Namun bagaimana jika kita akhirnya mengetahui jati diri orang yang kita tolong sebenarnya?

Setelah terakhir membuat film bertema thriller-psychology yang merupakan kerjasama Jepang-Indonesia ‘KILLERS”, Timo Tjahjanto- Kimo Stamboel atau yang dikenal dengan “The Mo Brothers” kembali lagi di penghujung akhir tahun ini dengan merilis “HEADSHOT”, film action bergenre drama yang telah melakukan World Premiere dalam segmen “Midnight Madness” di Toronto International Film Festival pada 26 September 2016 dan menuai pujian dan respond positif dari para audience. Tidak hanya itu, “Headshot” sudah berkeliling di 25 festival film internasional sekaligus menjadi Official Selection seperti Mayhem Film Festival,Fantastic Fest 2016,Sitges 2016 dan Busan International Film Festival 2016. “HEADSHOT” dibintangi oleh Iko Uwais, Chelsea Islan,Julie Estelle, Sunny Pang, Zack Lee, David Hendrawan, Ganindra Bimo,Yayu Unru,Bront Palarae,Teuku Rifnu Wikana dan Ario Bayu.

headshot-2

Seorang pria ditemukan sekarat di pinggiran pantai. 2 bulan kemudian, pria tersebut dirawat di rumah sakit dalam keadaan koma oleh seorang dokter cantik asal Jakarta bernama Ailin. Setelah pria tersebut sadar, Ailin menamainya Ishmael. Ishmael diketahui mengalami luka tembakan dikepala. Singkat kata, keduanya menjadi dekat namun nyawa Ishmael terancam oleh orang-orang yang menginginkan kematiannya. Puncaknya ketika Ailin diculik oleh gerombolan gembong kriminal pimpinan Mr.Lee,Ishmael mulai menemukan sedikit demi sedikit kepingan ingatannya yang dulu yang ternyata mengaitkan dirinya dengan sang pimpinan kriminal tersebut.

lee-headshot

Apakah Ishmael berhasil menyelamatkan Ailin?

Bagaimana reaksi Ailin setelah mengetahui jati diri Ishmael yang sebenarnya?

Apa sebenarnya hubungan Ishmael dengan Mr.Lee?

REVIEW:

final-headshot

Melihat teasernya, sudah pasti orang akan membanding-bandingkan “Headshot” dengan film aksi Iko Uwais lainnya yang sudah mendunia apalagi kalau bukan “The Raid” dan sekuelnya “The Raid 2: Berandal”. Sekedar flashback “The Raid” menyajikan aksi tiada henti bak roller coaster sedangkan “The Raid 2: Berandal” memiliki ombak ditengah fight scenenya (kapan harus hard punch, kapan harus soft punch/kick,red). “Headshot” dibuka dengan adegan yang sudah memompa jantung serta adrenalin. Perkenalan karakternya sendiri berjalan mulus dan jelas. Chelsea Islan sukses menjadi pembeda sebagai Ailin. Ailin yang dijadikan “love-interest” untuk karakter Ishmael yang diperankan Iko Uwais berhasil membuat keromantisan yang hangat diantara mereka bahkan hal tersebut tidak mengurangi kadar aksi yang cukup brutal kalau harus jujur. Bagaimana tidak, baku-hantam yang cepat dipadu tembak-tembakan serta tusukan dan bacokan senjata menjadi bumbu dan tontonan sepanjang film berlangsung. Koreografi yang digarap Iko Uwais bersama Uwais Team berhasil membawa “Headshot” ke level yang baru. Penonton akan mulai melihat bahwa yang diperlihatkan Iko bersama tim koreonya bukanlah sadisme melainkan sebuah seni. Para cast lain pun turut bermain gemilang seperti duet Tano dan Tejo yang agak psycho diperankan David Hendrawan dan Zack Lee. Kredit bagi David Hendrawan yang merupakan penganut beladiri Wushu. Tokoh Tano yang diperankannya cukup membuat penonton tertawa dengan celetukan khas anak kecil yang dibuatnya namun masih memiliki kesan psycho. Belum lagi Sunny Pang pemeran Mr.Lee. Pang yang merupakan aktor asal Singapura ini berhasil memancing rasa takut penonton dengan “kealimannya” yang cukup sederhana (tidak glamor seperti kebanyakan tokoh bos gembong kriminal,red) namun mematikan.

051326800_1471582989-headshot10

Meski masih menyisakan pertanyaan dan plothole yang sedikit menganga, “Headshot” membuktikan bahwa film berstandar lokal bisa menjadi global. Acungan jempol sekali lagi untuk Iko Uwais dan tim koregrafinya, Uwais Team. Siapkan adrenalinmu menyaksikan pertarungan Ishmael melawan Rika (Julie Estelle) yang cukup menguras stamina sampai final battle yang diakhiri dengan cukup dramatis melawan Mr.Lee. Menutup film, OST “impostor Heart” dari Andre Harihandoyo yang bernuansa ballad ala Coldplay siap menambah suasana sendu yang dirasakan karakter Ailin.

4/5

2 Shares