0 Shares

poster+jalanan+movie

“pok ame-ame ,belalang kupu-kupu gantung yang korupsi sekalian diberantasi, o yes !” – Bambang “Ho” Mulyono

Pengamen, kata ini menjadi sebuah fenomena di kota-kota besar,termasuk Jakarta. Banyak dari kita yang menyangka mereka adalah sampah yang harus diberantas dari jalanan. Bahkan sampai banyak razia pengamen di Jakarta. Namun saya berandai-andai jika ada sebuah film yang menceritakan kiprah pengamen dalam mengarungi kerasnya hidup Jakarta. Dan harapan saya terjawab oleh seorang Daniel Ziv,  jurnalis yang sudah lama tinggal di Indonesia sejak 1999 yang berani menyajikan potret realita dari 3 orang pengamen : Boni, Ho, dan Titi dalam menjalani kerasnya hidup di Jakarta dalam sebuah dokumenter berjudul “Jalanan” yang telah dinobatkan sebagai “Best Documentary Winner Busan Film Festival 2013”

“Jalanan” mengisahkan keseharian Boni, Ho, dan Titi disela keinginan mereka masing-masing untuk terus bertahan dalam kerasnya Jakarta. Sebut saja Titi yang berusaha untuk menggapai pendidikan, Ho yang percintaannya kandas terus, hingga nasib Boni yang tabah tinggal di bawah kolong jembatan. Mereka bertiga akan membeberkan sebuah realita yang akan membuka mata kita ,orang-orang kaya yang serba berada dan bisa memiliki apapun yang kita kehendaki.

film-jalanan-menang-di-busan-internatio-0c3694

REVIEW :

Film yang dipersiapkan selama 6 tahun ini memang bukan sembarang dokumenter. Sebab, baik dari pemain yang merupakan pengamen jalanan, mereka tidak menggunakan skenario , melainkan menggunakan bahasa ala pengamen seperti biasanya.

Apa adanya. Ya, itulah satu kata yang cocok menggambarkan dokumenter ini. Semua adegan dilakukan dalam realita tanpa adanya skenario naskah. Kritik -kritik pedas tentang pemerintah, korupsi hingga keadaan Jakarta yang nyata dan apa adanya. Ketiga pengamen yang berperan dalam film ini cukup membuat saya sadar untuk bisa berubah menjadi lebih baik lagi.

Lagu-lagu yang sebagian besar dinyanyikan mereka bertiga cukup powerful ,dan meninggalkan kesan humoris namun bermakna. Bahkan lewat lagu tersebut, kita turut merasakan jeritan hati Titi, Boni dan Ho yang berjuang meraih masing-masing impiannya ditengah hiruk-pikiu kota Jakarta.

Ini bukan dokumenter biasa. Ini merupakan potret kehidupan anak manusia yang berjuang ditengah keadaan yang tidak memungkinkan. Dan percayalah, kalian akan terinspirasi oleh kehidupan mereka.

Percayalah, ketika kalian menyaksikan film ini, kalian akan lebih terbuka untuk belajar dari Boni,Ho dan Titi tentang arti bahagia dari perspektif mereka masing-masing dan perjuangan mereka yang serba sederhana .

8/10

JALANAN sudah tayang di Blok M Square 21, Plaza Senayan XXI, dan Blitzmegaplex Grand Indonesia.

 

0 Shares