0 Shares

12274501_1017479964970003_5009428734153537564_n

His name is Krampus. He and his helpers did not come to give, but to take. He is the shadow of Saint Nicholas.”-Omi

Hal pertama yang terbersit dalam pikiran tiap orang tentang Desember sudah pasti adalah hari Natal,bukan? Ya,hari dimana sang penyelamat dunia yakni Isa Almasih (disebut oleh umat Muslim) dan Yesus Kristus (disebut oleh umat Kristiani) merupakan hari yang paling dinanti seluruh keluarga di belahan bumi manapun. Berkumpul bersama sanak famili, membuka kado bersama-sama, pergi shopping bersama-sama bahkan mengadakan makan besar di rumah adalah kebiasaan umum yang dilakukan selain tentunya (bagi umat Kristiani) pergi ke gereja. Namun bagaimana jika keluarga tersebut kehilangan arti Natal yang sebenarnya?

20643412504_5a77aee557_k

Siapa yang tidak mengenal Zwarte Piet atau Piet Hitam? Makhluk yang dikatakan sebagai kebalikan dari Santa Claus ini selalu disebutkan oleh orangtua kita jika kita nakal,maka Ia akan datang untuk membawa kita. Ya, sebenarnya di Jerman, ada sebuah legenda yang mirip bahkan dapat dikatakan ,awal mula munculnya Zwarte Piet adalah makhluk ini, Krampus yang berwujud seperti kambing namun memiliki satu kaki manusia.

krampus14e3445435-1441816353122_1280w

Itulah yang menjadi daya tarik Michael Dougherty (Trick R’ Treat) untuk mengangkat kisah Krampus ke layar lebar dengan budget sebesar US$15,000,000 saja. Dibintangi David Koechner,Adam Scott,Toni Collette,Allison Tolman,Krista Stadler,Conchata Ferrell,Emjay Anthony,Maverick Flack,Lolo Owen,dan Ivy George.

Keluarga Engel yang terdiri dari Tommy,Sarah, Max dan Beth kedatangan familinya  yakni Uncle Howard-Aunt Linda ,beserta bibinya yang cukup serampangan jika tengah berbicara,Dorothy. Mereka turut mengajak Stevie,Jordan ,Howie Jr dan Cherub untuk menginap 3 hari sampai Natal tiba. Namun yang terjadi adalah pertikaian dan adu mulut sehingga Max yang tadinya memiliki harapan, malah putus asa dan saat itu juga, keadaan berubah. Natal yang syahdu menjadi teror mencekam ketika sesosok makhluk bernama Krampus datang dan mengincar nyawa mereka semua.

Krampus

Mampukah Max dan seluruh keluarganya bebas dari teror Krampus?

REVIEW:

krampus (1)

Sudah banyak film-film bertema Natal namun hampir semuanya bergenre Family-comedy. “Krampus” membuat Natal seperti mimpi buruk. Bagaimana tidak, bayangkan irama lagu instrumental sesyahdu “Silent Night” digubah menjadi versi horror? Douglas Pipes benar-benar membuat penonton bergidik tanpa henti dengan gubahannya tersebut. Tanpa terkecuali adegan-adegan jump-scare berkelanjutannya yang sukses membuat ketakutan penonton. Kemunculan demi kemunculan benar-benar pas dan cukup menyeramkan. Sebenarnya, Michael Dougherty yang menulis naskah sekaligus memproduserinya ingin menyampaikan pesan moril terkait Natal,semangat dan arti sebenarnya. Diselingi sedikit komedi yang “dark”,”KRAMPUS: menjadi tontonan yang bakal membuat para pecinta horror puas dan fobia dengan properti Natal.

4,5/5

0 Shares