3 Shares

CQr3PfSWoAADPsZ

“An idol must have their pride and grace”-Eri Ayase

Harus diakui ,masa-masa SMA adalah masa yang cukup berkesan. Terutama ketika kita bisa bertemu teman yang memiliki passion yang sama yang dengan kita sedang kejar. Bersama-sama melalui banyak rintangan yang semakin memperkuat ikatan kita,bukan? Lantas, apakah setelah teman kalian pergi /lulus, kalian akan berhenti mengejar apa yang menjadi passion kalian tersebut?

Merupakan movie dari anime “LOVE LIVE! THE SCHOOL IDOL PROJECT”, “Love Live! The School Idol” disulihsuarakan oleh Aina Kusuda,Aya Uchida,Emi Nitta,Pile,Riho Iida,Sora Tokui,Suzuko Mimori,Yoshino Nanjou,Yurika Kubo dan  disutradarai oleh Takahiko Kyogoku. Dirilis 13 Juni 2015 di Jepang, film ini cukup mencatatkan pendapatan yang positif, 2 juta yen hanya dalam 7 minggu. Film ini juga ditayangkan di Taiwan,Hongkong,Korea,Thailand pada Agustus dilanjutkan Amerika,New Zealand,Australia,Singapura, Mexico di bulan September sedangkan untuk bulan Oktober ada Malaysia,Indonesia,Brunei,Filipina,Vietnam, Bahkan tidak terduga di Indonesia, ada pula fanbasenya yang cukup besar :Love Live Indonesia. Dan kami mengucapkan terimakasih untuk Jive Entertainment yang telah mendistribusikan film ini. Bahkan sempat diadakan Advance Screening nya pada 7 Oktober dan tiket habis terjual.

Love-Live-School-Idol-Project-Movie-Releasing-Spring-2015

Setelah memenangkan kompetisi “Love Live”, μ’ (Muse) grup musik beranggotakan sembilan remaja putri dari SMP Otonokizaka yakni Nozomi Tojo, Kotori Minami, Honoka Kosaka,Maki Nishikino,Rin Hoshizora,Niko Yazawa,Umi Sonoda,Eri Ayase dan Hanayo Koizumi mendapatkan kesempatan melakukan performance di New York. Semua berjalan lancar sampai ketika kembali di Jepang, meski penampilan mereka diperlihatkan di satu prefektur Akibahara dan semakin menambah popularitas mereka, sebuah keputusan telah dibuat tiga orang personil Muse sekaligus menentukan langkah grup ini selanjutnya.

Apa keputusan tersebut? Siapa tiga orang personil Muse yang membuat keputusan tersebut?

Maukah Honoka menerima keputusan tersebut dengan lapang dada? Dan apakah yang akan dipersembahkan Muse terakhir kalinya sebagai satu grup musik?

 

REVIEW:

lovelive_tr

Berdurasi 100 menit, “Love Live! The School Idol Movie” tidak terlihat mengulur waktu dalam menjelaskan konflik yang dialami Honoka dan rekan-rekannya. Semua berjalan dengan baik, bahkan konfliknya cukup dibuat dramatis dan tema yang dimasukkan cukup akrab dengan kehidupan sehari-hari para remaja putri seperti persahabatan dan belajar saling kompak dalam sebuah grup. Karakter masing-masing tokoh cukup signifikan diperlihatkan namun yang menjadi power dalam “Love Live! The School Idol Movie”  ini adalah lagu-lagunya yang mampu membuat penonton awam yang bukan fans dari anime ini ikut bergoyang atau menghentakkan kakinya perlahan-lahan bahkan menjadi sebuah moodbooster. Mulai dari ‘Hello,Hoshi o Kazoete’,Angelic Angel (penulis sangat menikmati lagu yang satu ini), ?<—HEARTBEAT, SUNNY DAY SONG (Penulis merasakan aura merinding saat lagu ini diputar di tengah scene , sebuah moodbooster yang membuat semangat) dan lagu terakhir, Bokutachi wa Hitotsu no Hikari. Tidak hanya itu, bagi fans animenya akan sangat senang melihat kolaborasi A-RISE dan μ setelah dalam animenya mereka adalah saingan dalam kompetisi “Love Live!”, dan disini nampak sebuah rasa kebersamaan , rasa bangga sebagai school idol.

Love Live 1

Apapun yang terjadi, jangan pernah berhenti mengejar apa yang menjadi passion kalian meskipun teman seperjuangan kalian pergi. Never Give Up ,Keep Follow Your Passion!

3/5

 

3 Shares