2 Shares

chromite-indo-poster

“Ideology is thicker than blood,after all”-Lim Gye-jin

Dalam sebuah peperangan, hal paling krusial adalah strategi. Tidak peduli apakah akan membahayakan keselamatan para tentara atau anggota dari negara yang berperang, selama itu dapat membuat negara mereka memenangkan peperangan, mereka tidak gentar. Namun apa jadinya jika mereka harus menyelundup ke dalam sekutu?

chromite-2

Based on true story yang dikenal dengan “The Battle of Incheon”, sutradara John H.Lee (71: Into The Fire) kembali mempersembahkan film garapan terbarunya “Operation Chromite” yang turut menghadirkan Liam Neeson, aktor papan atas Hollywood yang kita kenal lewat trilogy “Taken”. Cast yang membintangi film ini antara lain Lee Jung-jae, Kim Beom-Soo dan Jin Se-yeon. Dan kembali dibawa oleh Jive Entertainment.

operation_chromite_still_2_h_2016

25 Juni 1950, perang Korea bergejolak. Korea Utara yang dibantu Uni Soviet dalam sekejap berhasil merebut ibukota Seoul bahkan dalam sebulan daerah utara dekat sungai Nakdong pun sudah dikuasai. PBB melalui General Douglas MacArthur akhirnya menugaskan “X-Ray Squad” yang dipimpin oleh Komandan Jang Hak-soo untuk menyusup kedalam armada perang Korea Utara yang dipimpin Komandan Lim Gye-jin. Skuad ini dibentuk untuk membuka jalan ke Incheon dimana Amerika akan berusaha membebaskan Korea Selatan dari penjajahan sang sekutu.

Berhasilkah X-Ray Squad menuntaskan misi tersebut?

REVIEW:

2_still_05

Berbeda dari film tema perang seperti “Taegukgi” dan karya sebelumnya Lee “71: Into The Fire”, Operation Chromite lebih mengutamakan cerita dari kedelapan anggota X-Ray Squad meskipun secara visualisasinya, adegan peperangan yang penuh ledakan cukup eksplosif dan menghibur penonton. Lee berhasil membawa pendekatan masing-masing karakter dan motif mereka memutuskan bergabung dengan baik kepada para penonton. Kami mengangkat topi kepada Lee Beom-soo yang memerankan Lim Gye-jin. Beom-soo berhasil membawakan karakter bengis, kejam,arogan dari sang kolonel perang Korea Utara ini. Wajah dan model rambutnya mungkin mengingatkan kita akan sosok Kim Jong-un yang tengah populer lewat tindakan gilanya. Penonton akan dibawa kembali melihat situasi perang yang mencekam lengkap dengan ketegangan ditengah operasi X-Ray Squad. Bukan Korea namanya jika tidak bisa memainkan emosi penonton. “Operation Chromite” justru memiliki emosi dalam bentuk patriotisme tingkat tinggi yang cukup menggugah batin. Kehadiran Liam Neeson sendiri bisa dibilang kurang meski secara karismanya, Ia masih bisa memperlihatkan aktingnya sebagai General Douglas MacArthur yang keras. Hanya saja Neeson tidak trerlihat menyatu dengan atmosifr dan elemen lain dalam film ini. Overall, Operation Chromite jauh lebih epik dari 71: Into The Fire.

4,5/5

2 Shares