4 Shares

“We’re gonna kick your ass”- Beca Effin Mitchell, The Barden Bellas

Pitch-Perfect

Pernah mengalami situasi dimana kalian menjadi salah satu anggota dari sebuah regu yang sedang berkompetisi ? keharmonisan tim menjadi salah satu fokus utama selain latihan,tentunya. Namun bagaimana jika di pikiran kalian bukan mengenai kompetisi?

Inilah sekuel dari “Pitch Perfect” (2012) yang mendunia lewat lagu Cups (When I’m Gone) yang dipopulerkan salah satu castnya, Anna Kendrick. Kali ini , sekuelnya “Pitch Perfect 2” tidak disutradarai oleh Jason Moore melainkan salah satu castnya, Elizabeth Banks sehingga ini menjadi debut penyutradaraannya dalam indsustri film Hollywood. “Pitch Perfect 2” masih dibintangi cas-cast dari film pertamanya seperti Anna Kendrick, Anna Camp, Brittany Snow, Ester Dean, Skylas Astin, Rebel Wilson, Hana Mae Lee, Alexis Knapp dan menghadirkan cast-cast baru seperti Hailee Steinfield, Fiula Borg, Birgitte Hjort Sørensen dan rapper Snoop Dogg.

Kelompok acapella wanita kebanggaan Barden University selain The Treblemakers (untuk prianya),The Barden Bellas mendapat kehormatan untuk menampilkan performance di depan Presiden US, Barrack Obama di John F. Kennedy Center for the Performing Arts. Namun, penampilan tersebut berakhir memalukan dengan insiden yang dialami oleh Fat Amy. Akibatnya, The Barden Bellas diskors tidak boleh merekrut anggota baru sekaligus tampil dimana-mana. Satu-satunya cara memperbaiki harga diri mereka adalah dengan mengikuti International Acapella Competition yang bertempat di Copenhagen, Denmark. Di tengah persiapan, bergabunglah rekrutan baru, Emily Junk. Namun masalah mulai muncul ketika Beca, sang leader memikirkan hal lain ketimbang kompetisi tersebut, sedangkan lawan mereka cukup berat, Das Sound Machine yang berasal dari Jerman dan sangat harmonis grupnya ditambah fakta belum ada satupun tim asal Amerika yang pernah menjuarainya.

Apa yang sebenarnya Beca pikirkan?

Mampukah The Barden Bellas memenangkan kompetisi tersebut sekaligus mengembalikan nama baik mereka?

1416508461_pitch-perfect-2-zoom

REVIEW:

Debut Elizabeth Banks sebagai sutradara ini ternyata memuaskan. Banks mampu menyajikan kedalaman cerita yang berfokus ke Chloe, Beca dan Fat Amy dan dengan apik mampu mengeksplor masalah mereka masing-masing. Tidak hanya itu, Banks juga mampu membuat aroma persaingan antara Barden Bellas dan Das Sound Machine terasa sampai ke audience . Begitu emosional. Untuk cast, lagi-lagi, Rebel Wilson mencuri perhatian dengan akting tidak terduga dan kocaknya sebagai Fat Amy. Sementara Anna Kendrick ,mungkin karena umurnya yang sudah mulai memasuki 30 tahun terlihat begitu kaku memerankan Beca yang merupakan seorang mahasiswi.Namun , hal tersebut ditutupi dengan aktingnya yang mampu menampilkan kerapuhan dan kebimbangan seorang Beca. Hailee Stenfield tanpa terduga juga menyajikan akting yang cukup baik. Sementara dari kubu antagonis, duo leader Das Sound Machine, Pieter Krammer dan Komissan yang diperankan oleh Fiula Borg-Birgitte Hjort Sørensen mampu memerankan sosok yang mengintimidasi, terlihat dari akting mereka yang brilian sampai membuat audience terbawa emosinya. Tidak lupa kekocakan duo komentator John Smith dan Gail Abernathy-McKadden-Feinberger cukup menghibur bahkan menambah seru aroma persaingan tersebut.Dan Banks menampilkan tema “Sisterhood” dengan sangat baik .

Koreografi dalam “Pitch Perfect 2” dijamin akan membuat kalian bertepuk tangan. Kalian seakan sedang menyaksikan sebuah kompetisi Acapella yang penuh persaingan dan menegangkan.

Banks tidak lupa menyiapkan surprise dalam sekuelnya yang sungguh tidak terduga. Deretan hits seperti “Timber”- Kesha, “Low”-Flo Rida, “We Are Never Ever Getting Back Together”-Taylor Smith sampai OST film ini “Flashlight” yang cukup membangun tiap scene dan dijamin akan membuat kalian mengikuti irama . It’s Aca-mazing!

4/5

“Pitch Perfect 2” Tayang mulai 27 Mei 2015 di Cinema 21-XXI, blitzmegaplex dan Cinemaxx Theater.

4 Shares