6 Shares

“My name is Alice. This is my story….The end of my story”-Alice

Tidak ada franchise video game yang dapat bertahan lama sampai memiliki banyak sekuel seperti Resident Evil. Mengawali debutnya lewat console Playstation 1, vgame yang dikembangkan Capcom tersebut sudah menjadi primadona dikalangan para gamer. Tidak hanya itu, adaptasi layar lebar pertamanya yang dirilis pada 2001 pun cukup mendapat tempat di hati penonton. Di penghujung Januari 2017, installment kelima dari “Resident Evil” akhirnya siap dirilis dengan sub judul “The Final Chapter”. Milla Jovovich ,Ali Larter,Shawn Roberts dan Iain Glenn kembali mengulangi perannya sebagai Alice,Claire Redfield, Albert Wesker dan Dr.Alexander Isaacs. Adapun nama-nama baru yang turut membintanginya antara lain Ruby Rose, William Levy,Eoin Macken, Lee Joon-gi, Rola,Fraser James, dan anak perempuan dari Jovovich-Paul W.S.Anderson sang sutradara, Ever Gabo Anderson.

3 minggu setelah ending dari ‘Resident Evil: Retribution” dimana Alice menyadari dirinya sudah dikhianati dan dijebak Albert Wesker, Washington DC sudah menjadi puing-puing. Alice yang ingin menghancurkan Umbrella Corporation untuk selamanya kini harus berpacu dengan waktu sebab pihak Umbrella sendiri siap membumihanguskan kawasan pemukiman para survivor yang selamat dari bencana ini. Mau tidak mau,Alice harus kembali ke Racoon City untuk menemukan jawaban sekaligus menghentikan Umbrella Corporation.

Berhasilkah Alice menghentikan Umbrella Corporation?

Apa yang ditemui Alice di Racoon City?

REVIEW:

Paul W.S.Anderson memberikan apa yang dinanti para pecinta franchise Resident Evil dalam “The Final Chapter”. Dibuka dengan kepingan mozaik yang merupakan gabungan dari Resident Evil, Resident Evil: Apocalypse, “Resident Evil: Extinction”, “Resident Evil: Afterlife” dan “Resident Evil: Retribution” yang membentuk wajah Alice, audience akan disuguhkan aksi demi aksi tanpa jeda. Tidak hanya itu, ketegangan dan horror masih nampak lewat kemunculan bio-weapon dari Umbrella yang dipadu dengan apik oleh scoring dari Paul Haslinger. Haslinger mampu memainkan emosi penonton lewat scorenya. Untuk plotnya sendiri, judul “The Final Chapter” dirasa pas karena di pertengahan film, penonton akan menemukan banyak fakta tersembunyi terkait Umbrella Corporation, awal mula lahirnya T-Virus dan mengapa Alice tidak mengingat apa-apa.

Akting Milla Jovovich cukup mendapat acungan jempol. Bermain sebagai dua karakter yakni Alice dan Alicia Marcus (old version), Jovovich mampu memberi kesan ke penonton lewat tekad dari karakter Alice dan juga dapat memberikan rasa iba kepada penonton lewat karakter Alicia yang dimainkannya (acungan untuk team make-up,red). Ali Larter sendiri mendapat scene tidak sebanyak ketika ia pertama kali hadir di “Resident Evil: Extinction”. Claire Redfield yang dimainkannya malah tenggelam oleh gigihnya Alice milik Jovovich. Sebagai antagonis, Iain Glenn yang berperan sebagai Dr.Alexander Isaacs cukup memberi kesan ngeri kepada penonton sekaligus elegan. Ia mampu bertindak keji namun tetap terlihat seperti seorang yang memiliki kekuasaan penuh.

Meskipun sudah dijelaskan sebagai “The Final Chapter”, Paul W.S.Anderson sepertinya masih tidak rela untuk meninggalkan para fans franchise “Resident Evil”. Bukan tidak mungkin Anderson akan membuat sekuel selanjutnya (mungkin?) namun kami menegaskan bahwa puncak dari franchise Resident Evil sudah cukup mantap terlihat di “The Final Chapter” ini

4/5

 

 

6 Shares