6 Shares

“If only we could turn fear into courage, that courage will be thousand times mightier than before.”- Admiral Yi Sun Shin

2014.08.02_roaring-currents-poster

Every country have their historical heroes. Ungkapan itu benar adanya. Sebut saja Indonesia dengan Soekarno, Kadang tokoh historical tersebut memiliki sesuatu yang bisa ditiru ,tentunya masih dalam kesan positif. CJ Entertainment kembali merilis sebuah film yang diangkat berdasarkan kisah nyata Admiral Yi Sun Shin yang berperang hanya dengan 12 kapal armada lautnya berhasil mengalahkan armada laut Jepang yang dikomandoi oleh Captain Kurushima yang berniat menguasai Joseon. Disutradarai oleh Han-min Kim (War Of The Arrows) dan dibintangi Choi-Min Sik, Ryu Seung Ryong, Jin Goo, Lee-Seung Joon,Lee Jeong-Hyun,Kwon-Yul,Kim-Tae Hoon,Park Bo-Geom, Cho-Jin Woong, KIm-Myeong Gon, No-Min Woo dan Otani Ryohei.

Mengisahkan Laksamana Yi Sun Shin (Min-Sik) yang baru kembali ditugaskan oleh raja dari kerajaan Joseon untuk memimpin pasukan yang tersisa setelah peperangan di Chicheolyang yang menewaskan 10 ribu prajuritnya. Lebih buruknya, kapal yang tersisa hanya berjumlah 12. Sementar itu armada Jepang yang dipimpin oleh Jendral Wakizaka menambah kekuatan baru dengan kedatangan Captain Kurushima yang memiliki anak buah seorang penembak jitu bernama Haru. Para prajurit meminta Yi untuk menghentikan pertempuran sia-sia ini. Namun Yi memiliki rencana lain untuk menghadapi armada Jepang.

Apakah rencana Laksamana Yi tersebut ?

Berhasilkah Armada laut Joseon yang dipimpinnya mampu memukul mundur armada laut Jepang yang berjumlah sebanyak 330 kapal ?

REVIEW :

DAEBAKK !!! Sekarang saya mengerti mengapa film ini dinobatkan menjadi No 1 Korea Box Office Hits. Sutradara Han Min Kim mampu menyajikan sebuah kisah epik dan heroik seorang yang sangat bersejarah di Korea Selatan dengan pemilihan cast yang apik dan sinematografi berkelas yang didukung koreografi fighting yang smooth nan menegangkan. Choi Min Sik kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu aktor kelas wahid yang dimiliki Korea Selatan. Choi mampu membuat penonton merasakan feeling yang keluar dari emosi sang tokoh utama. Tidak hanya itu, meskipun terlihat masih menggunakan CGI untuk beberapa kapal perang, namun plot dan tema cerita yang kuatlah yang menjadi power dari film ini, dmana kita diajak melihat keberanian dari Yi Su n Shin yang meskipun tegas dan kejam, namun dalam hatinya ia tetaplah seorang ayah yang bijaksana terhadap anaknya , Yi Hoe (Kwon-Yul) yang mampu memperlihatan emosi antar ayah dan anak dengan baik. Namanya Korea belum cukup jika tidak menampilkan drama yang cukup menyentuh bukan ? Dalam film ini ditunjukkan pasangan suami istri Lim-Jun Young yang bekerja sebagai scout di barisan prajurit Laksamana Yi Sun Shin dengan Mrs. Jung (Lee-Jeong Hyun) yang cukup tragis nan menyayat hati.

Untuk adegan battlenya sendiri , saya jamin kalian yang menyaksikan akan ikut terbawa suasananya. Scoring epik yang menambah ketegangan dan keberanian pun diperdengarkan dalam tiap scenenya. Dan adegan pertempuran jarak dekat yang diperlihatkan terbilang cukup smooth. Dijamin kalian akan makin terpaku ke layar menyaksikan betapa epiknya pertempuran yang diberi nama “The Battle Of Myeongryang” ini.

Tidak diragukan lagi, Dalam seminggu, mungkin saja “ROARING CURRENTS” bakal menciptakan rekor sebagai film Korea pertama dengan penonton terbanyak sepanjang masa. Dan beruntunglah Indonesia. setelah dirilis 8 Agustus di Korea, Indonesia lewat distributor Jive Entertainment mendapat kehormatan menayangkan film ini lebih dahulu dibanding negara negara Asia lainnya.

9,0/10

“ROARING CURRENTS” Tayang mulai 27 Agustus 2014 diĀ blitzmegaplex

roaring-currents-poster

 

6 Shares