7 Shares

“Nothing is where it used to be and the way it used to be was perfect. We were supposed to protect our kids. “- Ray Gaines

san-andreas-poster

Pernah tertimpa bencana? pasti kalian merasakan sedihnya kehilangan orang yang kalian sayangi. Dampak yang paling terasa selain luluh-lantaknya daerah dimana bencana tersebut terjadi , adalah perpecahan dari mereka yang kehilangan serta rasa putus asa. Ketika kesempatan kedua datang, akankah kita bangkit dari masa lalu untuk memperbaikinya?

Dwayne”The Rock” Johnson kembali bekerjasama dengan sutradara Brad Peyton (Journey 2: The Mysterious Island) dalam sebuah film bergenre thriller-disaster berdasarkan patahan San Andreas yang terbentang sepanjang California dan membentuk lempengan tektonik antara ¬†Pacific dan ¬†Amerika Utara. “San Andreas” juga dibintangi oleh Alexandra Daddario, Carla Gugino, Paul Giamatti, Archie Panjabi, Hugo-Johnstone Burt, Art Parkinson serta penampilan dari penyanyi pop asal Australia, Kylie Minogue.

Prof. Lawrence Hayes, seorang ahli geografi dari Caltech bersama rekannya, Dr. Kim Chung tidak menyangka bahwa Los Angeles akan didatangi bencana gempa bumi paling besar sepanjang sejarah. Sementara itu, Ray Gaines yang merupakan pilot helikopter yang tergabung dalam Los Angeles Fire Department bagian Search & Find yang sedang membantu evakuasi gempa di Hoover Dam memutuskan mengabaikan panggilan tugas ketika anak perempuannya, Blake terjebak di tengah bencana. Bersama istrinya, Emma, Ray berusaha menyelamatkan Blake.

Berhasilkah Ray dan Emma menyelamatkan Blake?

maxresdefault (4)

REVIEW:

Sudah banyak film bertema disaster dan hanya beberapa yang sanggup menyentuh emosi penonton. Brad Peyton dalam “San Andreas” tidak main-main dalam menyajikan ketegangan demi ketegangan yang terjadi. Terlihat dari penggunaan CGI saat gedung-gedung mulai runtuh. Namun yang menjadi kunci dari film ini adalah dramanya. Peyton berhasil mengarahkan Dwayne, Carla dan Alexandra Daddario untuk sebuah “heart-breaking moment” drama yang cukup membuat penonton ikut merasakannya.

Akting Dwayne Johnson di sini terlihat berbeda dari film-film sebelumnya. Dwayne menunjukkan akting memukau sebagai Ray Gaines. Dwayne mampu memperlihatkan kepada audience betapa rapuhnya sosok Ray dari dalam batinnya. Dan Carla Gugino sebagai Emma mampu mengimbangi Dwayne. Peran dari Alexandra Daddario sendiri juga cukup baik. Jika dalam film-film bertema bencana, kaum hawa digambarkan sebagai kaum yang lemah, Disini Peyton mendeskripsikan sosok Blake yang diperankannya sebagai survivor yang tetap bertahan dengan usahanya. Kehadiran Ioan Gruffudd sebagai Daniel Riddick cukup membuat penonton merasa sebal dengan karakternya yang tergolong “playboy” dan terlalu memamerkan kekayaannya. Ditengah ketegangan demi ketegangan, sosok Ben dan Ollie yang diperankan oleh Hugh-Johnstone Burt dan Art Parkinson mampu mencairkan suasana, terutama sosok Ollie lewat dialognya yang membuat penonton tertawa. Sedangkan sosok Prof. Lawrence Hayes yang diperankan Paul Giamatti cukup meyakinkan sebagai ahli geografi (dan nampaknya Ia cukup berhasil membuat para warga San Fransisco berlari ketakutan dengan peringatannya tersebut).

Layaknya disaster movie pada umumnya, “San Andreas” memperlihatkan pula sedikit momen “humanity heart breaking” ketika bencana terjadi.Dan ketegangan dari film ini tidak mungkin dapat berhasil membuat jantung audience terus berdegup kencang tanpa jeda tanpa scoring dari Andrew Lockington. Lockington menciptakan score musik yang cukup membuat telinga merasakan “eargasm” ditengah scene disaster tersebut terjadi. Jangan sampai lupa mendengarkan alunan lagu California Dreamin yang merupakan cover song dari hits yang pernah dibawakan The Papas & The Mamas yang kali ini dibawakan secara khusus oleh Sia ketika credit roll dimulai. Untuk kenikmatan menonton dan sensasi berbeda, kami sangat merekomendasikan untuk menyaksikan film ini dalam format 3D dan jika ingin lebih terasa, cobalah format 4DX 3D.

4/5

“San Andreas” tayang mulai Jumat,29 Mei 2015 di Cinema XXI-IMAX, blitzmegaplex dan Cinemaxx Theater.

7 Shares