102 Shares

“Memang kamu sudah kuat. Tapi kekuatan luar dan kekuatan dalam itu beda”-Master Torga

Amarah. Hal yang satu ini merupakan akar dari munculnya kebencian dihati kita. Dari amarah berubah menjadi sebuah obsesi berlebihan yang disebut dengan “Dendam”. Dan dari dendam berubah menjadi sesuatu yang biasa kita sebut dengan rasa Benci. Namun terkadang rasa benci tersebut mudah menguasai kita yang sudah terlanjur merasakan dua hal yang sudah disebutkan di atas.

Sempat hiatus selama 1,5 tahun lebih, Sukses dengan serial “Bima Satria Garuda” yang mulai ditayangkan di RCTI pada 30 Juni 2013 dan dilanjutkan season 2 nya “Satria Garuda Bima-X” yang tayang pada 07 September 2014, Reino Barack akhirnya mewujudkan keinginan para fans yang meminta adanya movie dari Bima-X. Mengusung brand baru “Satria Heroes”, movienya berjudul “Satria Heroes: Revenge of Darkness”. Masih menghadirkan para cast dari serialnya seperti Christian Loho,Fernando Surya,Adhitya Alkatiri,Stella Cornelia,Rayhan Febrian, Thalia ex JKT48/Tata,Abio Abie bersama para cast baru seperti Yayan Ruhian,Safira Ratu Sofya,Faris Fajar Munggaran dan Nino Kuya serta penampilan ex member NMB48,Yui Takano. Film ini disutradarai oleh Kenzo Maihara (Kamen Rider Fourze,Wizard) dan dibantu oleh co-director Arnandha Wyanto yang juga sudah terlibat sebagai sutradara serialnya mulai dari Season 1. Reino Barack sendiri menjadi chief executive juga original storynya yang dibantu oleh Ishimori Production yang telah melahirkan serial Kamen Rider. Produser dari film ini antara lain Lala Z.Hamid,Daisaku Sonoda,Yasushi Minatoya dan Hiroshi Aramaki.

Bersetting setelah kejadian di akhir “Satria Garuda Bima-X”, Setahun sudah berlalu sejak peperangan Ketiga Satria melawan Black Lord. Ray Bramasakti dan Rena Iskandar tengah berada di dunia paralel untuk menolong orang-orang yang menderita akibat VUDO. Sementara Dimas Akshara mulai memperluas kerjasama Akshara Corporation dengan berkunjung ke Takarada Industries di Tokyo,Jepang. Namun sekali lagi, musuh baru kembali muncul dan membawa aura kebencian. Ray yang berada di dunia paralel bergegas kembali ke Bumi tiba di Jepang dan menemukan Dimas yang tiba-tiba sudah menjadi Satria Harimau Torga dan menyerangnya tanpa ampun. Belum lagi adanya sosok misterius bertopeng emas yang mencurigakan.

Siapa sosok bertopeng emas tersebut? Apa tujuannya ke Bumi?

Mampukah para Satria menghentikannya?

REVIEW:

Berdurasi 92 menit, “Satria Heroes:Revenge of Darkness” dapat dinikmati pula oleh penonton awam sebab disini diperlihatkan sedikit flashback dari season 1 dan 2 dari serialnya. Merasa anak-anak akan cepat merasa bosan jika menonton film yang cukup panjang, strategi jitu diterapkan seperti halnya yang sudah terbiasa menyaksikan “Kamen Rider The Movie” dimana dalam “Satria Heroes: Revenge of Darkness” juga dibagi menajdi 3 bagian cerita yang salah satunya akan memperlihatkan back-story dari Iron Mask Reborn. Banyak moment-moment dari serialnya yang dibawa masuk ke dalam “Satria Heroes: Revenge of Darkness” sehingga para fans akan sangat menikmati betul tiap flashbacknya. Untuk VFX Special Effect yang dikerjakan oleh Raiyan Laksamana, dapat dibilang, efek yang terlihat di dmovienya sangat jauh berbeda ketimbang seriesnya terutama adegan henshin dari Bima-X dan Torga yang dijamin akan membuat para fans terkejut. Untuk adegan aksinya sendiri masih dipegang oleh Hiroki Asai dan banyak style-style baru yang terdapat dalam fight scenenya. Final fight scene ketiga Satria melawan sang musuh utama benar-benar explosif. Banyak ledakan dan jurus-jurus yang sudah fans lihat dan familiar jika sudah mengikuti seriesnya.

Dari segi akting, Christian Loho tampil tegas sebagai Ray Bramasakti. Fernando Surya kembali sebagai Dimas Aksara yang konyol dan disini, konyolnya makin menjadi-jadi dan siap membuat penonton tertawa melihat polah tingkahnya. Thalia sebagai Ricca mulai menunjukkan adanya sedikit perubahan sikap ketika Dimas tidak ada. Penambahan Nino Kuya sebagai Nino sendiri dapat dikatakan menjadi sebuah “trouble-maker” bagi paman Iwan yang diperankan oleh Abio Abie. Karena film ini mengambil dua lokasi yakni Indonesia dan Jepang, scoringnya pun disesuaikan dengan lokasi. Esensi kearifan lokal budaya Indonesia masih terdengar dalam scoringnya. alunan gamelan, pose silat harimau dan pencak silat menjadi highlight dalam bagian Indonesia. Sementara saat di Jepang, scoring bernada ala samurai, efek ala komik yang muncul sudah cukup menguatkan. Yayan Ruhian sebagai Master Torga tampil layaknya seorang guru yang bijak. Kegregetannya saat tampil sebagai Master Torga akan menjawab pertanyaan fans selama ini. Wira yang diperankan oleh Faris Fajar Munggaran menjadi perwakilan dari hasrat manusia yang dikuasai rasa iri hingga akhirnya tidak terkendali. Disini juga dimunculkan kembali kedekatan antara Rena Iskandar dan Ray Bramasakti. Yui Takano sendiri siap mencuri perhatian sekaligus mengejutkan fans. Tidak ketinggalan, pengisi OST dari film ini “Justice Knight” yakni SAKUR4 yang merupakan sub-unit dari idol group Shojo Complex beranggotakan Juli,Diasta,Anin dan Rara turut tampil sebagai cameo.

Banyak “surprise” yang terdapat di “Satria Heroes: Revenge of Darkness”. Setelah credit title berakhir akan ada DUA after-credit scene yang salah satunya akan menjawab pertanyaan fans terkait wujud dari Satria yang akan muncul di Season 3.

Overall, “Satria Heroes:Revenge of Darkness: merupakan sebuah penantian yang ditunggu oleh para fans dari Satria Series.Epic,penuh kejutan dan siap memanjakan anak-anak serta penuh nilai moral yang positif untuk mereka ambil.

4/5

102 Shares