0 Shares

“You know what’s hard about being the smartest person in the world? Everyone else is stupid.” Dr.Robotnik

Berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain demi mencari kenyamanan tentu sering kita alami. Kita yang sudah kerasan di tempat asal dengan “terpaksa” harus meninggalkan zona nyaman kita itu karena alasan tertentu misal karena pekerjaan orangtua atau lingkungan yang kurang mendukung. Namun, disitulah vitalnya peran dari sebuah komunikasi sebab tanpa bersosialisasi, kita akan merasa jenuh,bosan dan tentunya sendiri. Kitalah yang harus ambil tindakan untuk membuat diri kita nyaman tersebut.

Setelah hanya muncul sebagai cameo dalam “Disney’s Wreck it Ralph” (2012), akhirnya karakter iconic dari SEGA, Sonic the Hedgehog diadaptasi ke layar lebar. Karakter landak biru yang memiliki kemampuan berlari secepat kilat ini sudah tidak asing lagi di kalangan gamer bahkan serial animasinya pernah tayang di TV Swasta “Sonic Underground”. Proses adaptasi layar lebarnya sudah dimulai pada 1991 dan penuh jalur berliku sampai akhirnya Paramount berhasil mendapatkan lisensi untuk memfilmkannya. “Sonic the Hedgehog” menghadirkan Ben Schwartz sebagai voice-cast dari Sonic, Jim Carrey, James Marsden, Tika Sumpter, Natasha Rothwell, Adam Pally, dan Neal McDonough. Disamping nama yang sudah disebutkan tadi, masih ada nama-nama yang tidak asing bagi fans Sonic seperti Colleen Villard,dan Gary Chalk. “Sonic the Hedgehog” telah dirilis di Amerika pada Valentine’s Day,14 Februari 2020 dan akan tayang di Indonesia pada 25 Februari 2020.

Sonic adalah landak biru berkekuatan luar biasa. Tidak heran di planet asalnya, Ia diincar banyak oknum yang menginginkan kekuatannya tersebut. Alhasil, Longclaw, pengasuhnya meminta Sonic untuk pergi jauh dan bersembunyi sambil menitipkan bungkusan berisi Ring. 10 tahun kemudian, Sonic tiba di Bumi, tepatnya Green Hills, Montana dimana seorang Sheriff lokal bernama Tom Wachowski yang diidolakannya tinggal. Namun, semua berubah ketika insiden terjadi daerah tersebut dan Departemen Pertahanan Amerika mengutus seorang ilmuwan bernama Dr.Robotnik yang mengejarnya. Tom pun mau tidak mau harus membantu Sonic bersama pasangannya Maddie.

REVIEW:

Kutukan film yang diadaptasi dari Video-Game adalah ketidakkonsistenan terhadap Source atau sumbernya ditambah alur cerita yang kurang sesuai. Sebuah tantangan tentunya bagi debutan macam Jeff Fowler apalagi yang digarapnya merupakan karakter iconic dari SEGA, Sonic the Hedgehog. Dan diluar dugaan,Fowler menyajikan sebuah film petualangan yang cocok untuk keluarga dan para fans setia franchise Sonic entah yang suka memainkan game, membaca komiknya atau sekedar menonton serial animasinya.

Naskah yang ditulis Pat Casey dan Josh Miller memang terbilang sederhana khas sebuah film petualangan yang dibuat untuk semua kalangan namun karakter Sonic ini berhasil membuat penonton tertawa dengan kekonyolan dan sikapnya yang selalu “cepat” bahkan salah satu moment dimana Ia mengatakan sebuah quote yang merupakan tema dari film produksi Universal yang juga akan dirilis pada Mei 2020 semakin membuat tertawa. Namun highlight saya ada pada sosok Jim Carrey. Aktor komedik ini memang sudah berusia 58 tahun namun performanya dalam memerankan sang villain ikonik, Dr.Robotnik benar-benar membawa penonton melihat kembali era keemasan seorang Jim Carrey. Watak Robotnik yang “gila” berhasil diperankannya dengan sangat baik terlebih celotehan khas Carrey semakin menambah tawa penonton ditambah gaya-gaya komediknya yang khas akan semakin menambah rasa kangen penonton terhadapnya terobati.

Syaa mengatakan bahwa “Sonic the Hedgheog” juga dibuat untuk fans Sonic. Fowler benar-benar memanfaatkan sourcenya dengan baik dan menyisipkan sumber-sumber tersebut sebagai Easter Egg dan tentu, para fas akan langsung mengetahui dibanding penonton awam. Namun yang awam tentang Sonic juga dapat menikmati ceritanya yang memang terbilang ringan dan dibuat untuk semua umur tersebut. Score yang digarap Tom Holkenborg juga cukup baik terlebih jelang endingnya dibabak ketiga. Penggunaan efek Slow-Motion yang dipadu Cinematographer Stephen F.Windon juga cukup menambah tawa dan keseruan. Film ini sangat hangat ceritanya dan dijamin anak-anak akan menyukainya.

Setelah film berakhir, masih ada 2 Credit Scene dimana credit scene kedua pasti akan langsung membuat kalian fans setia Sonic akan berteriak kegirangan sekaligus membuka jalannya sekuel. Sonic The Hdgehog memang terbilang memiliki cerita yang ringan dan biasa namun Jeff Fowler berhasil memanjakan para fans dengan fan-service berupa Easter Egg yang terdapat di dalam film ini. Dan, ya kutukan film adaptasi Video-Game perlahan namun pasti mulai terhapus berkat Sonic the Hedgehog.

4 dari 5

0 Shares