19 Shares

“Korean people are fighting, it is what they want.”

Jika bicara soal Perang Dunia 2 atau World War II, ingatan kita pasti langsung tertuju pada satu negara dari Asia yang cukup dominan sebelum akhirnya menyerah pada Amerika. Ya, negara Jepang. Negara yang pernah menjajah Indonesia selama 3,5 tahun ini cukup keji dan tidak mengenal ampun serta rasa belas kasih terhadap para tawanan perangnya. Saat itu, setiap dari tahanan perang Jepang menginginkan satu hal: merdeka atau kebebasan. Dan salah satu cerita meraih kebebasan segera dapat kalian saksikan dalam layar lebar.

Ryoo Seung-Wan, siapa yang tidak mengenal sutradara asal Korea yang sukses dengan “The Berlin File” dan “Veteran” yang sama-sama menjadi box office di Korea ini? Tahun ini, Ia siap merilis film terbarunya yang diangkat berdasarkan true event ketika masa-masa World War II hampir berakhir berjudul “The Battleship Island”. Deretan castnya pun tidak tanggung-tanggung, Seung-wan menghadirkan Hwang Jung-Min yang namanya melejit lewat “Veteran” dan “The Himalayas”, aktor tampan Song Joong-Ki yang membuat kaun hawa tergila-gila dalam drama korea “Descendant of The Sun”, So Ji Sub yang terkenal lewat drama korea “Master’s Sun”, Lee Jung Hyun yang juga merupakan seorang singer dan banyak terlibat dalam film-film salah satunya ¬†“Roaring Currents” serta aktris cilik yang namanya melambung berkat aktingnya dalam “Train to Busan” , Kim Soo-An. Selain kelima nama diatas masih ada Kim In-Woo,Lee Kyoung-Young,Kim Joong-Hee dan masih banyak cast lainnya.

Seoul,1944. Lee Gang-Ok adalah seorang musisi Jazz yang berkeliling dengan grup bandnya, Yamamura Band bersama anak perempuannya, So-Hee. Di masa itu, musik Jazz dilarang dan lagi Korea sudah dalam penguasaan Jepang karena masih dalam suasana World War II.  Ketika Ia hendak pergi ke pusat kota di Jepang, Ia ditangkap oleh pasukan Jepang dan dimasukkan ke dalam kapal bersama para warga lainnya diantaranya Choi Chil-Sung, seorang pemimpin gangster terkenal di Korea, Mallyon,seorang wanita penghibur menuju sebuah pulau bernama Hashima yang merupakan sebuah tambang batubara. Gang-Ok, Sil-Sung dipaksa untuk bekerja ditambang tersebut sementara Mallyon dan So-Hee menjadi wanita penghibur. Di pulau tersebut hadir pula seorang pria misterius bernama Park Mu-Young. Tensi semakin memanas dipulau tersebut terlebih pihak Amerika semakin gencar menyerang Jepang. Sampai pada suatu titik, sebuah rahasia gelap terungkap dari pulau tersebut dan sekitar 400 warga Korea akan melangsungkan sebuah penyerangan demi satu tujuan: kebebasan.

REVIEW:

“The Battleship Island” bukanlah sebuah film yang dibuat tanpa persiapan matang. Terbukti, film ini menjadi film pertama yang membuat set terbesar sepanjang sejarah perfilman Korea. Production Designer Lee Hwo-Kyung sampai mengunjungi Pulau Hashima yang sekarang sudah masuk situs bersejarah dunia dari UNESCO tersebut dan memutuskan untuk membuat set yang 2/3nya menyerupai gambaran asli pulau Hashima. Ryoo Seung-Wan memang tidak terlalu suka dengan adegan yang romantis, ini dibuktikannya dalam “The Battleship Island” yang diberikan olehnya hanyalah tensi dan supense sepanjang film berlangsung. Adegan demi adegan yang memperlihatkan kekejaman para tentara Jepang berhasil digambarkan dengan sangat realistis dan mampu membuat penonton merasa ngeri saat melihatnya. Tidak hanya itu, emosi penonton turut dimainkan dalam film ini terbukti dari konflik-konflik yang dialami para tokoh utama mulai dari Gang-Ok sampai Mu-Young, semua diinterpretasikan dengan baik. Permainan angle kamera yang dilakukan DOP Lee Mogae (I Saw The Devil) juga cukup baik terutama saat adegan klimaks yang melibatkan kerumunan. Desain kostum yang dirancang oleh Cho Sang-Kyung (The Handmaiden,The Age of Shadow,Roaring Currents) membuat perbedaan yang signifikan antara kasta para warga Korea dengan para warga Jepang yang tinggal di Hashima Island tersebut. Akting para pemain juga cukup mengalir mulai dari Hwang Jung-Min sebagai Lee Gang-Ok yang menjalin chemistry yang sangat manis dengan Kim Soo-An sebagai ayah dan anak. Chemistry mereka terasa sangat hangat dimata penonton terlebih keduanya beberapa kali memperlihatkan akting komediknya tetapi untuk Soo-An, di film ini Ia mendapat tantangan besar yakni berdansa juga bernyanyi yang dilakukannya dengan apik. Song Joong-Ki yang memerankan Park Mu-Young seperti masih membawa karakter dari serial drama yang dibintanginya. Entah memang sudah terbiasa dengan peran ala militer, Joong-Ki tidak mengalami kesulitan sama sekali dalam membawakan karakter Mu-Young yang dalam film ini juga berlatarbelakang militer. Bagi para kaum hawa , bersiaplah melihat Joong-Ki dalam adegan aksi yang cepat dan intens serta penuh eksploisivitas yang dirancang oleh Action Choreographer Jung Doo-Hong. Doo-Hong selain memanjakan penonton dengan adegan aksi juga mampu membawa penonton melihat lebih dekat dan merasakan rasa sakit yang dialami oleh para warga Korea yang dipaksa bekerja di Hashima Island. Lalu akting So Ji-Sub dan Lee Jung-Hyun juga terbilang cukup “surprising” sebab karakter keduanya saling bertolak belakang. Ji-Sub yang keras sebagai Chil-Sung dan Jung-Hyun yang berperan sebagai Mallyon yang penuh dengan luka di masa lalu ini tanpa diduga menjalin chemistry yang juga cukup baik tanpa perlu adanya adegan kissing atau romance scene lainnya.

Scoring film ini yang digarap oleh Bang Jun-Suk (The Thrones,Veteran,The City of Violence) juga cukup mendukung atmosfir dari tiap scene dalam “The Battleship Island”. Nikmati getir,keputusasaan dan keberanian para warga Korea di film ini dan bagi pecinta film perang sekaligus Korea, jangan sampai melewatkan “The Battleship Island”.

5/5

 

 

19 Shares