11 Shares

“Each one of us is on a journey and we feel it’s important to be on this journey with the people you love.”-David

Mendapatkan undangan sudah merupakan hal yang lumrah di kehidupan kita manusia sebagai makhluk sosial. Apalagi jika menyangkut reuni dimana kita sudah tidak lama berjumpa dengan rekan-rekan kita tersebut. Bersenda-gurau,menikmati makan malam bersama, bercengkerama dan saling bercerita adalah beberapa hal yang biasa kita lihat di sebuah reuni. Namun bagaimana jika undangan reuni tersebut menyimpan maksud lain yang tidak kalian sangka?

Mendapat rating 89% Fresh dari Rotten Tomatoes serta menjadi satu dari 10 film thriller terbaik di 2016 dan mendapat review positif saat debut di SXSW Film Festival juga menjadi Official Selection South by Southwest, Best Picture Winner di Sitges Film Festival dan kembali menjadi Official Selection dalam BFI London Film Festival, CBI Pictures akhirnya resmi medistribusikan film thriller “The Invitation” yang menjadi karya teranyar Karyn Kusama yang pernah menyutradarai Jennifer’s Body dan Aeon Flux. “The Invitation” dibintangi oleh Logan Marshall-Green,Emayatzy Corinealdi,Aiden Lovekamp, Michelle Krusiec,Mike Doyle,Jordi Vilasuso,Jay Larson,Marieh Delfino,Tammy Blanchard,Michiel Huisman,Lindsay Burdge,John Carroll Lynch,Daniella Canestra dan Toby Huss.

Will dan Eden sudah lama tidak berjumpa setelah berpisah cukup lama. Mantan pasangan suami-istri ini untuk pertama kalinya bertemu setelah Eden mengundang Will bersama pasangan barunya,Kira ke rumahnya yang kini ditinggalinya bersama David. Tidak hanya mereka berdua, Eden ternyata mengundang teman-temannya diantaranya Tommy,Miguel,Gina,Ty,Claire,Choi,Sadie dan Ben sekaligus mengadakan reuni kecil-kecilan. Kedatangan Pruitt yang misterius serta pemutaran sebuah video yang “aneh” membuat Will mencurigai ada yang tidak beres mengenai reuni ini.

Apa yang sebenarnya terlihat di video tersebut?

Apa yang terjadi dengan Eden sebenarnya?

REVIEW:

Membaca sinopsis diatas, “The Invitation” berhasil mengajak dan “menyiksa” penontonnya dengan pertanyaan besar yang sudah disiapkan film tersebut. Perpaduan antara thriller,misteri dan sedikit bumbu horror berhasil mempermainkan penonton untuk bertanya,bertanya dan bertanya mengenai apa yang terjadi selanjutnya selama 100 menit. Apa yang hendak disajikan The Invitation bukan sekedar menemukan jawaban atas pertanyaan besar tersebut. Naskah yang ditulis Phil Hay dan Matt Manfredi perlahan membuat film ini menjadi studi karakter yang berfokus pada paranoia, dimana karakter lain mengintai karakter lainnya dengan berpegang pada poros: anything can happened yang berhasil menjangkau penonton.

Mencoba tampil dengan slow pace thriller, The Invitation juga membuat penonton berputar-putar melihat para karakter saling bercakap sampai membuka banyak fakta dari yang biasa sampai “tidak biasa”. Ekplorasi para karakternya pun sangat baik, setting rumah dengan pencahayaan yang mendukung atmosfir justru membuat konfilk di film ini nampak panas sehingga eksposisinya mampu membuat penonton terbawa emosinya ke dalam konflik tersebut. Intinya, The Invitation mampu membuat penonton terus bertanya-tanya terhadap Will yang dugaannyahanya sebatas rasa paranoid terlebih dengan adanya beberapa momen yang membuatnya terdiam sesaat atau memang rumah tersebut menyimpan “sesuatu” sehingga Ia mencurigainya.

Dan itu merupakan hal terbaik dalam “The Invitation”. Sukses menggoda penonton secara stabil dari awal hingga akhir,diawali dengan firasat dan dugaan akan hal buruk yang segera terjadi secara menarik. uniknya, thrill di film ini hadir dari presentasi yang seolah tidak mencoba menjadi sebuah thriller. Dominasi antar percakapan para tamu setelah lama tidak berjumpa dibumbui sedikit hal berbau “sensualitas” dalam taraf ringan malah membuat penonton tetap bertanya-tanya mengenai motivasi Will dan jawaban dari misteri di awal film. Percakapan saat makan malam pun berjalan halus disertai misteri dan efek paranoia. Karyn Kusama berhasil menciptakan alur yang baik sehingga setelah penonton terkunci,Ia mulai memperlihatkan hal-hal yang “muram”, menakutkan sampai suasana berubah drastis. Hal tersebut didukung scoring yang membangkitkan suasana tegang oleh Theodore Sapiro.

Logan Marshall-Green yang memerankan Will berhasil membawakan karakternya yang menggabungkan rasa sakit dengan kecurigaan sementara Tammy Bleinchard berhasil membuat penonton terus mencurigai Eden,karakter yang diperankannya. Pada akhirnya, “The Invitation” berhasil menjadi sebuah thriler,mystery dan horror yang intens” menyiksa” penontonnya.Sweet and Segmented.

4/5

 

11 Shares