0 Shares

~ making peace is far more important than waging war …. ~

startrekbeyondheader
Sinopsis:

Kapten James T. Kirk bersama awak kapal USS Enterprise atau Starship Enterprise menjalani masa 3 tahun dari 5 tahun misi mereka menjelajah dan menemukan dunia baru di ruang angkasa.

Belum juga lama Kapten Kirk dan awaknya rehat sejenak di stasiun angkasa luar, Yorktown, mereka kembali menjalani misi untuk meneliti Altamid, planet yang belum diketahui oleh mereka keberadaannya dan dikelilingi nebula yang tidak stabil.

Dalam perjalanan, Starship Enterprise mendadak diserang oleh sekelompok alien yang dipimpin oleh Krall, yang misinya mencuri artefak milik Enterprise untuk menghancurkan Yorktown.

Serangan mendadak ini berhasil membuat para awak Enterprise tercerai-berai. Sebagian menjadi tawanan Krall dan anak buahnya (termasuk Letnan Nyota Uhara) dan sebagian lagi terpisah-pisah di beberapa tempat.

Kapten Kirk yang terdampar bersama Pavel Chekov. Scotty bertemu Jaylah, jenis alien baru yang kemudian menjadi sekutunya, dan Spock yang terluka terdampar bersama dokter Bones.

startrekposter

Review

Meski secara visual tidak terlalu spektakuler, namun Star Trek Beyond justru mampu menghadirkan sesuatu yang lebih berbeda, yang mengingatkan kita akan serial TV nya yang tidak hanya menyajikan perang antara para penghuni galaksi tapi juga menghadirkan sisi lain kehidupan para awak Enterprise.

Chris Pine (Kapten James T Kirk), Zachary Quinto (Spock), dokter Bones (Karl Urban) semakin menyatu dengan karakter mereka. Simon Pegg yang tak hanya menjadi Screenwriter tapi juga bermain sebagai Scotty terlihat makin pas menampilkan karakter Scotty yang ‘nerd’ tapi konyol. Gestur dan percakapan-percakapan ringan, singkat tapi mempunyai arti mendalam begitu berkesan saat kita meninggalkan ruang sinema

Kehadiran Sofia Boutella (Jaylah), Idris Elba (Krall) serta Joe Taslim (Manas) membuat film ini terasa makin segar. Tak salah memang jika J.J Abrams menunjuk Justin Lin duduk di kursi sutradara menggantikan dirinya. Belum lagi tandem Simon Pegg dan Doug Jung sebagai screenwriter.

Untuk Indonesia, film Star Trek Beyond ini dipastikan akan mencuri perhatian dan membuat orang-orang menontonnya meski bukan Trekkies. Apalagi kalau bukan karena penasaran dengan akting Joe Taslim sebagai Manas, satu karakter baru yang langsung ditawarkan sang sutradara Justin Lin ke Joe Taslim.

Meski tampil menggunakan kostum dan make up prostetik sepanjang film, tak berarti Joe Taslim mudah memainkan perannya. Justru itu jadi tantangan bagi dirinya. Belum lagi saat adegan laga dengan Jaylah di salah satu skenanya.

Mengusung waralaba serial TV yang usianya sudah memasuki 50 tahun di Sepetember 2016 nanti tentu bukanlah hal mudah. Terlebih jika ingin memenuhi harapan para Trekkies (sebutan untuk fans Star Trek). Tak sempurna tapi tetap di atas rata-rata. Karena Star Trek Beyond tak hanya menjangkau para Trekkies namun juga mampu merangkul penonton lain dengan jangkauan usia yang lebih lebar lagi.
Star Trek Beyond mampu menghadirkan jalan cerita yang setidaknya memenuhi keinginan penonton yang serius dan yang hanya ingin menikmati tontonan tanpa perlu mengernyitkan dahi.

Star Trek Beyond juga dipersembahkan untuk Leonard Nimoy (pemeran asli Spock yang juga jadi kameo di sekuel sebelumnya Into Darkness) yang meninggal di usianya yang ke-83 tahun dan juga Anton Yelchin (pemeran Pavel Chekov, yang meninggal Juni lalu di usianya yang masih muda, 27 tahun).

0 Shares