5 Shares

Belakangan ini fenomena sebuah review film sudah menjadi trend tersendiri bagi para penyuka film. Detail atau secara garis besar, Sedikit atau panjang lebar, to the point atau menggali lebih dalam, sebuah review film sudah menjadi keharusan tersendiri yang dituangkan selepas menyaksikan sebuah film. Tidak sedikit pula yang serius menulis review film secara khusus, baik itu sebagai freelance sebuah media, memiliki blog pribadi, ataupun nulis panjang lebar dijadiin status di social media. Ada yang menulis sebagai bentuk apresiasi, ada yang menulis karena memang menjadi tim marketing film yang bersangkutan (review berbayar), ada juga yang menulis demi eksistensi diri.

Saya akan coba membagikan beberapa tips bagaimana menulis review film yang baik. Tips- tips ini selalu saya gunakan dalam setiap menulis review. Bukan berarti saya merasa review film saya sudah baik, hanya saja saya selalu menjalankan tips- tips ini supaya ulasan review yang saya tulis bisa selalu menjadi lebih baik lagi ke depannya.

 

1. CARI INFORMASI

Cari informasi mengenai film terkait baik dari wikipedia, media- media, dari teman, ataupun dari imdb. Di era internet dan alur informasi yang semakin terbuka seperti saat ini, kita dengan mudahnya dapat mencari sumber- sumber terpercaya untuk melengkapi review kita. Informasi- informasi yang bisa dicari antar lain adalah: nama pemain, sutradara, source film jika diadaptasi dari sebuah materi lain, ataupun film- film yang mirip dengan film yang kita bahas.

Dalam mencari informasi juga memungkinkan kita untuk memberikan value added kepada para pembaca. Semacam memberikan trivia, atau sebagai contoh jika kita mau me- review Avengers: Age of Ultron, bahas sedikit mengenai Marvel Cinematic Universe. Sehingga selain memberikan ulasan dan referensi film, kita juga bisa memberikan nilai tambah ataupun pengetahuan kepada para pembaca.

 

2. CARI ELEMEN MENARIK UNTUK DIBAHAS

Cara gampangnya adalah menulis catatan saat menonton. Namun suasana yang gelap di dalam bioskop menyulitkan kita untuk menulis, menggunakan handphone untuk menulis catatan juga sangat tidak disarankan karena bisa mengganggu penonton yang lain.

Elemen- elemen yang dibahas haruslah sangat menarik dan memang menjadi ciri khas film tersebut. Sebagai contoh, jika menonton Gravity, elemen visual haruslah tidak boleh terlupakan. Atau jika kita menyaksikan pop corn movie semacam Fast and Furious janganlah mengulas terlalu detil masalah akting, namun ulaslah masalah action scene dan special effect-nya.

 

3. JANGAN TERBURU- BURU DALAM ME-REVIEW

Gunakan waktu sebaik- baiknya dalam menulis sebuah review. Review yang baik bukanlah review yang pertama kali bisa publish. Sudah sifat manusia, jika kita terburu- buru dalam mengerjakan sesuatu hasil tidak bisa maksimal. Bahkan jika memungkinkan, tonton beberapa kali sampai kita memahami betul film yang akan di-review.

Ketika draft sudah selesai, luangkan waktu sejenak untuk membaca ulang agar tidak ada satu hal pun yang terlewatkan untuk di-review atau kesalahan dalam penulisan.

 

4. STRUKTUR YANG TERATUR DALAM MENULIS

Berikan struktur yang jelas dalam menulis sebuah review. Sebagai contoh, di awal review kita bahas singkat mengenai plot summary film tersebut. Dalam memberikan plot summary juga jangan memberikan terlalu detil. Biarkan pembaca menemukan keasyikan tersendiri ketika menonton.

Lalu ketika dalam pembahasan hindari pengulangan dalam pembahasan. Misal di alinea pertama kita sudah membahas kualitas akting, lalu di alinea kedua kita membahas masalah skenario, nah di alinea tiga jangan kita ulangi lagi mengenai kualitas akting.

 

5. HINDARI SPOILER

Jika anda belum bisa membedakan mana yang spoiler mana yang tidak, jangan coba- coba menulis review. Saya masih menemukan review- review yang mengungkapkan spoiler sebuah film. Bahkan review tersebut dimasukkan ke media nasional. (geleng- geleng kepala).

Jika memang kita ingin membahas sesuatu dari spoiler tersebut, peringatkan para pembaca. Baik dengan menggunakan spoiler alert! notification, ataupun dengan mengganti huruf sesuai background halaman blog kita. Sehingga untuk membaca spoiler tersebut, pembaca harus meng-highlight tulisan dengan warna berbeda itu.

 

6. ALASAN YANG BAGUS DAN OBJEKTIF DALAM ME-REVIEW

Objektifitas dalam menulis juga sangat dibutuhkan. Dalam arti kata, kita jangan menulis menjelek- jelekkan filmnya hanya karena kita tidak suka dengan sutradaranya. Mungkin saja sutradara yang kita tidak sukai tersebut memang menghasilkan karya yang baik lewat film ini.

Jika anda menilai suatu aspek dalam sebuah film tersebut jelek, berikan alasan yang bisa diterima. Sebagai contoh ketika anda menilai sebuah film memiliki sinematografi yang jelek jangan tulis hanya “Sinematografi film kurang meyakinkan”. Tapi coba berikan alasan yang lebih valid seperti “Penggunaan shaky camera yang mengiringi adegan aksi kurang terolah dengan baik. Cameraman terlihat tidak menguasai teknik yang diprakarasai oleh franchise Bourne tersebut. Bukannya memberikan efek ketegangan, namun malah memusingkan penonton”.

 

7. BERIKAN CIRI KHAS DALAM REVIEW ANDA

Ciri khas sangatlah dibutuhkan untuk membedakan review anda dari review- review lainnya. Bisa dengan menggunakan bahasa yang lucu, atau memberikan gambar- gambar still photo dari film yang dibahas. Atau mungkin anda hanyalah pe-review khusus film- film horor atau genre tertentu lainnya.

 

8. TENTUKAN TARGET PEMBACA

Sebelum menentukan ciri khas anda, tentukan dulu target reader bagi pembaca anda. Jika memang anda menargetkan pembaca review anda untuk orang awam, jauhi penggunaan istilah- istilah film yang jlimet. Menggunakan istilah jlimet memang bisa memberikan kesan keren dalam review anda. Tapi untuk apa sebuah review keren jika tidak ada yang mau membaca?

 

9. BERIKAN PENUTUP YANG BAIK

Akhiri review anda dengan baik. Berikan kesimpulan singkat dari ulasan panjang lebar yang telah anda tulis. Jika memungkinkan, berikan semacam punchlines dari review yang anda buat, seperti “Meskipun merasa kecewa dengan film ini, namun saya masih menantikan sekuel-nya yang akan hadir tahun depan. Let’s hope and pray.”

Gunakan juga sistem penulisan rating atau score. Memang sebenarnya agak kurang tepat jika memberikan nilai mutlak terhadap sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan angka. Namun score atau rating yang diberikan bisa mewakili seberapa besar anda enjoy dengan film tersebut dari skala yang anda setting sendiri. Mungkin bisa dar skala 5, 10, 100 ataupun nilai berdasarkan abjad (A,B,C,D,E)

 

10. AKTIF MEMBACA REVIEW- REVIEW LAIN

Jangan keburu puas dengan hasil review anda. Coba banyak- banyak mempelajari dari review- review lain. Bisa jadi ada yang mungkin lupa anda ulas atau gaya bahasa yang sepertinya cocok dengan tulisan anda. Jangan malu juga untuk bertanya dengan kawan- kawan anda apakah mereka suka dengan penulisan anda. Selalu terbuka untuk kritik dan masukan.

 

11. PROMOSIKAN REVIEW ANDA

Jika review anda sudah jadi, segera publish dan jangan lupa promosikan review anda tersebut. Bisa memberikan link ke forum- forum film, orang- orang yang terlibat dalam perfilman, ataupun ke social media.

Sekedar saran, jika anda memiliki blog review, jangan sekedar copy paste review anda ke forum- forum ataupun social media. Berikan link review tersebut. Biarkan calon pembaca meng-klik link itu dan mengunjungi blog anda untuk meningkatkan traffic. Dan jika anda sudah menulis review dan ada yang bertanya apakah film tersebut bagus atau tidak, jangan langsung dijawab, tapi berikan link tersebut. Percuma anda capek- capek menulis review tapi tidak ada yang mengunjungi blog anda.

 

12. JUST BE YOURSELF

Inilah yang paling penting. Jadilah diri anda sendiri. Berikan review memang sesuai penilaian pribadi anda. Anda menulis review bukan untuk memuaskan pembaca dengan score anda (kecuali anda termasuk ke tim promosi film tersebut atau review berbayar). Jika anda menilai franchise Twilight lebih bagus daripada The Godfather, ya katakan apa adanya dengan memberikan alasan yang jelas.

 

Jika nantinya ada yang menyerang penilaian anda karena tidak sesuai dengan penilaian pribadinya, terima dengan tangan terbuka dan lapang dada. Cukup jelaskan alasan anda dan jika mereka tetap tidak bisa terima, jadilah orang yang lebih dewasa. Karena pada intinya sebuah film bagaikan sebuah karya seni lainnya. Tidak ada tolak ukur nilai secara pasti. Berbeda dengan ilmu eksak yang memiliki tolak ukur benar dan salah. Di dalam seni, 1+1 tidak selalu 2. Jika anda menjawab 4, berikan alasan anda kenapa anda menjawab 4.

So are you ready to become a movie reviewer? (dnf)

 

5 Shares