34 Shares

“One hundred billion trillion planets in the cosmos. You want to know, don’t you, why they keep coming here?”-Sir Edmund Burton

Setiap legenda memiliki cerita tanpa terkecuali para prajurit di masa lampau yang berperang demi kemenangan. Tersimpan rapat-rapat rahasia mereka semua membuat kita yang di masa sekarang tertarik untuk menyelidiki legacy mereka. Namun ketika legenda tersebut kembali terulang di masa sekarang, siapkah kita untuk menghadapinya?

Michael Bay kembali lagi untuk yang terakhir kalinya sebagai sutradara dalam film kelima dari “Transformers” bertajuk “Transformers: The Last Knight” yang juga menjadi keterlibatan terakhir Mark Wahlberg dalam franchise mainan robot dari Hasbro tersebut. Selain Mark Wahlberg, “Transformers: The Last Knight” turut menghadirkan Laura Haddock,Sir Anthony Hopkins,Josh Duhamel,Santiago Cabrera, Isabela Moner, Jerrod Carmichael. John Turturro,Stanley Tucci, Liam Garrigan,Martin McCreadie,Rob Witcomb,Marcus Fraser,John Hollingworth,Daniel Adegboyega, Ben Webb,Glenn Morshower dan Gemma Chan. Naskah untuk “Transformers: The Last Knight” sendiri ditulis oleh Akiva Goldsman,Art Marcum,Matt Holloway dan Ken Nolan.

Merupakan sekuel dari “Transformers: Age of Extinction”, semua dimulai dari kepergian Optimus Prime untuk menemui sang penciptanya di Cybertron. Sementara di Bumi, peperangan antara manusia dengan Transformers tidak bisa dihindari lagi. Pihak militer mengerahkan T.R.F (Transformers Reaction Force). Cade Yeager menjadi buruan mereka karena melindungi para Transformers seperti Bumblebee,Hound,Drift,Grimlock dan baby Dinobots. Di sisi lain, muncul seorang gadis bernama Izabella dan partner Yeager ,Jimmy yang dipekerjakannya melalui iklan baris. Ditengah pertempuran dahsyat tersebut, Yeager menerima sebuah artifak kuno yang ternyata merupakan pertanda bahwa peperangan dua dunia akan terjadi dan hanya satu yang akan bertahan. Merasa bingung mengapa para Transformers terus datang ke Bumi, Yeager bekerjasama dengan Sir Edmund Burton, pangeran ke 12 dari kerajaan Folger, orde Witwicky dan Vivianne Wembly, seorang professor dari Oxford University.

Apa yang sebenarnya akan terjadi?

Siapakah sang pencipta yang ditemui oleh Optimus Prime di Cybertron?

Bagaimana akhir pertempuran dua dunia ini? Siapa yang akan bertahan? Manusia atau para Transformers?

REVIEW:

Sadar bahwa sudah tiba waktunya bagi Michael Bay untuk menghubungkan “Transformers: The Last Knight” sebagai puncak dan inti dari “Transformers Cinematic Universe”, Bay tidak tanggung-tanggung memanjakan penonton dengan trademark andalan yang selalau ada dalam setiap film yang disutradarainya: ledakan. Ya, ledakan eksplosif disana-sini benar-benar terlihat sangat masif dan destruktif belum lagi adegan pertarungan para Autobots dan Decepticon yang masih bisa membuat fans merasa tegang. Untuk ceritanya sendiri mungkin agak kurang bisa diterima oleh nalar berhubung dalam mitologi dan legenda Merlin murni seorang penyihir, dalam otak seorang Michael Bay hal ini menjadi sesuatu yang menjadi “out of the box”. Sepanjang film berlangsung ceritanya terbilang terputus dan menyambung. Menyambung? Ya, Bay ternyata menghubungkannya dengan “Transformers” (2007) dimana ada easter egg foto dari karakter utama dari film pertama tersebut. Meski ceritanya berantakan, “Transformers: The Last Knight” lebih banyak membuat tawa lewat kehadiran Cogman dan akting dari Jerrod Carmichael juga Sir Anthony Hopkins. Bisa dikatakan, hal inilah yang bisa menyelamatkan “Transformers: The Last Knight” dari berantakan dan ledakan yang terlalu over-exposed (yes, you know Bay,right?)

Scoring yang digarap oleh Steve Jablonsky masih membuat tiap adegannya dramatis dan terasa menegangkan. Namun itu tidak dapt menyelamatkan “Transformers: The Last Knight” dari kritikan. Meski begitu, Bay telah membuat universe Transformers menjadi luas dengan kehadiran musuh baru di sekuelnya kelak. Well, Farewell to you,Bay.

3/5

34 Shares